<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buddhist Temple Jin De Yuan - Jakarta &#187; Goddess of Mercy</title>
	<atom:link href="http://jindeyuan.org/tag/goddess-of-mercy/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jindeyuan.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 06:05:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kwan Im Pho Sat &#8211; Pria Atau Wanita</title>
		<link>http://jindeyuan.org/kwan-im-pho-sat-pria-atau-wanita-4/index.htm</link>
		<comments>http://jindeyuan.org/kwan-im-pho-sat-pria-atau-wanita-4/index.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 09:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dewata]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[Cure]]></category>
		<category><![CDATA[Goddess of Mercy]]></category>
		<category><![CDATA[Mercy]]></category>
		<category><![CDATA[Pagoda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jindeyuan.org/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita
Ada umat yang bertanya: “Kwan Im Pho Sat sebetulnya pria atau wanita ???” Ada yang menjawab Kwan Im Pho Sat sebenarnya pria. Namun banyak juga yang menjawab Kwan Im Pho Sat adalah wanita.
Sebenarnya tingkat kesucian Bodhisatva telah berada di atas perbedaan bentuk : pria – wanita, tua – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita</strong></p>
<p>Ada umat yang bertanya: “<em>Kwan Im Pho Sat sebetulnya pria atau wanita</em> ???” Ada yang menjawab Kwan Im Pho Sat sebenarnya pria. Namun banyak juga yang menjawab Kwan Im Pho Sat adalah wanita.</p>
<p>Sebenarnya tingkat kesucian Bodhisatva telah berada di atas perbedaan bentuk : pria – wanita, tua – muda, cantik – jelek, kaya – miskin, mulia – hina, dan sebagainya. Dengan kata lain tingkat kesucian Bodhisatva telah menghilangkan perbedaan wujud pria atau wanita. Bodhisatva bisa menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi / keadaan. Seorang Bodhisatva bisa berubah wujud menjadi sesuatu yang sesuai dengan sebab jodoh orang yang memohon pertolongan kepadanya.</p>
<p>Maka Kwan Im Pho Sat bisa berwujud pria, bisa juga berwujud wanita. Semua ini berdasarkan kebutuhan umat manusia yang membutuhkan pertolongannya.</p>
<p>Jauh sebelum agama Buddha disebarkan dari India ke Tiongkok, di Tiongkok Kuno sudah ada kepercayaan kepada seorang Dewi yang welas asih dengan penampilan memakai jubah putih. Pada waktu memasuki Tiongkok pada masa Dinasti Han [ 206 SM – 220 M ), agama Buddha memperkenalkan Bodhisatva Avalokitesvara – 觀自在菩薩 <strong><em>Guan Zi Zai Pu Sa</em></strong> (kemudian dikenal sebagai Kwan Im Pho Sat) sebagai pria.</p>
<p>Mulai zaman Dinasti Tang [ 618 – 907 M ], Kwan Im ditampilkan sebagai wanita. Mungkin ini terpengaruh ajaran Konfusianisme yang telah berurat akar dalam sistem sosial masyarakat pada saat itu. Mereka menganggap tidak layak kalau wanita memohon anak dari seorang Dewata pria. Bagi para umatnya, hal itu dianggap sebagai kehendak dari Kwan Im sendiri untuk mewujudkan dirinya sebagai wanita, agar beliau dapat leluasa dengan kaum wanita yang banyak memohon bantuannya.</p>
<p>Nampaknya perubahan ini terjadi secara perlahan-lahan. Mula-mula Kwan Im ditampilkan sebagai pasangan Avalokitesvara (seperti halnya Dewa-dewa dari India yang selalu berpasangan). Lambat laun oleh para penganutnya di Tiongkok, Dewata pria Avalokitesvara mulai dilupakan. Pada abad ke-12 Masehi, Kwan Im telah dipuja tersendiri sebagai Dewata yang khas Tiongkok, begitu pula Dewata-dewata Buddhis lainnya.</p>
<p>Sebelum masuknya Buddhis ke Tiongkok, kaum wanita di sana telah banyak menghormati para Dewi dari Taoisme yang mereka panggil dengan sebutan 娘娘 <em>Niang Niang </em>{Hok Kian = <em>Nio Nio </em>}, sebagai tempat mereka memohon perlindungan, keselamatan &amp; keturunan. Oleh karena itu ketika muncul Guan Yin, mereka menyebutnya dengan panggilan Niang Niang pula. Sebutan <strong>觀音菩薩</strong> <em>Guan Yin Pu Sa </em>{Hok Kian = <em>Kwan Im Pho Sat</em>} yang sepenuhnya bersifat Buddhisme, di kalangan rakyat Tiongkok akhirnya terkenal dengan sebutan <strong>觀音娘娘</strong> <strong><em>Guan Yin Niang Niang {Kwan Im Nio Nio}</em></strong>.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ, kaum Taois-pun akhirnya ikut pula menghormati, bahkan menempatkannya sejajar dengan Dewi mereka, yaitu 天后聖母 <strong>Tian Hou Sheng Mu (Tian Shang Sheng Mu). </strong>Nama Taois untuk Guan Yin adalah 慈航道人 <strong>Ci Hang Dao Ren {Cu Hang To Jin} </strong>yang berarti Dewa Penyelamat Pelayaran.</p>
<p>Demikianlah Guan Yin memperoleh kepopuleran yang jauh melebihi Dewata Buddhisme yang tertinggi – Sakyamuni Buddha, walaupun dalam banyak kelenteng &amp; wihara, Buddha Sakyamuni duduk di altar yang paling terhormat.</p>
<p>E.T.C. Werner dalam bukunya <strong><em>Myths and Legends of China</em></strong> menyebut Dewi Kwan Im sebagai Buddhist Saviour atau Dewi Penyelamat dari Buddhis. Kutipan dari buku tersebut tentang kepercayaan rakyat kepada Dewi Kwan Im adalah sebagai berikut:</p>
<p><em>Ia disebut Guan Yin karena ia mau mendengarkan ratapan dari dunia &amp; turun memberikan pertolongan. Ia memperoleh sebutan Buddha yang mengusir rasa takut. Jika nama Guan Yin disebut di tengah kobaran api, maka api tak akan dapat membakar. Jika namanya disebut di tengah hempasan ombak yang setinggi gunung, maka air tersebut akan menjadi dangkal. Apabila seorang awak perahu yang tengah dihantam gelombang besar menyebut nama Guan Yin yang Maha Penyayang, maka ia akan selamat sampai tujuan. Di tengah-tengah gemerincingan pedang &amp; tombak di medan perang, apabila menyebut nama Guan Yin akan luputlah ia dari maut. Jika ada iblis yang merasuki ke dalam dirimu, sebutlah nama Guan Yin, maka anda akan memperoleh kedamaian &amp; ketenangan bathin.</em></p>
<p><em>Napsu amarah &amp; kebencian akan sirna kalau nama beliau diucapkan. Seorang yang menderita penyakit ingatan akan pulih kembali kalau berdoa dengan penuh ketulusan kepada Guan Yin. Guan Yin yang Maha Pengasih &amp; Penyayang akan memberikan anak bagi para ibu yang mendambakannya, seorang putra yang tampan &amp; seorang putri yang cantik. Seorang yang menyebutkan nama-nama dari 6.200.000 Buddha atau jumlah yang banyak laksana pasir Sungai Gangga, sama nilainya dengan orang lain yang hanya mengucapkan nama <strong>Guan Yin</strong> sekali saja. Guan Yin dapat muncul dalam wujud Buddha, Pangeran, Bikkhu, Pelajar, Nenek tua, dan lain-lain. Beliau dapat pergi ke negara mana saja, membabarkan ajaran suci ke berbagai penjuru dunia.</em></p>
<p>Demikianlah seorang Dewi Welas Asih yang Asli Tiongkok menyatu dengan Avalokitesvara, jadilah Dewata Buddhis khas Tiongkok, bahkan ciri-ciri ke-India-annya hilang sama sekali. Kisah Putri Miao Shan (Biao Sian) dalam kisah <em>Lam Hai Kwan Im Cwan Thwan</em> amat dikenal dalam Buddhisme Tiongkok, dan telah menyatu dalam sanubari orang-orang Tionghoa. Kisah Putri Miao Shan yang amat berbakti kepada orangtua ini merupakan cerminan dari kisah Sang Buddha Gautama, di mana beliau meninggalkan keduniawian menjadi pertapa dan sempurna di Gunung <em>Pu To Shan.</em></p>
<p>Figure Kwan Im yang dekat dengan segala lapisan masyarakat membuatnya amat termashur bahkan melebihi Sang Buddha Gautama sendiri. Dalam perujudannya sebagai <em>Chien Chiu Kwan Im</em> (Kwan Im Tangan Seribu) beliau secara Esotoris seolah-olah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena sanggup mengabulkan semua permohonan umatnya.</p>
<p>Kwan Im Hut Co dikenal luas sebagai Dewi Welas Asih, yang dipuja tidak hanya di kalangan Buddhis saja, tapi juga di kalangan umat Taoisme dan semua lapisan masyarakat awam di pelbagai negara terutama di benua Asia.</p>
<p>Coba kita perhatikan, di setiap kelenteng atau wihara, siapapun yang menjadi <em>Tuan Rumah</em>–nya, misalnya玄壇公 <strong><em>Xian Tan Gong</em></strong><em> {Hian Than Kong}</em>; 地藏王 <strong><em>Di Zang Wang</em></strong><em> {Te Cong Ong}</em>; 媽祖 / 天后聖母 <strong><em>Ma Zhu</em></strong><em> / Tian Hou Sheng Mu {<strong>Ma Co</strong> / Thien Hou Sing Bo}</em>; 關聖帝君 / 關公 <strong><em>Guan Sheng Di Jun</em></strong><em> / Guan Gong {Kwan Seng Te Kun / <strong>Kwan Kong</strong>}</em>; 清元真君 <em>Qing Yuan Zhen Jun {<strong>Ceng Guan Ceng Kun</strong>}</em>; dan lain-lain, pasti di dalam kelenteng tersebut ada sebuah altar khusus untuk menghormati Kwan Im Hut Co ! Mengapa bisa demikian ? Ini karena Maha Cinta Kasih &amp; Maha Karuna (大慈大悲) beliau. Maka beliau disebut Guan Shi Yin. Bahkan Dunia Barat pun mengenal Dewi Kwan Im sebagai <strong>Goddess of Mercy</strong> !!!</p>
<p style="text-align: center;">O</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;oooOOOooo&#8212;</p>
<p style="text-align: center;">O</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Buddhist Temple Jindeyuan Jakarta</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_642" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><a href="http://jindeyuan.org/wp-content/uploads/2012/03/KwanIm_06b.jpg"><img class="size-full wp-image-642" title="Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita" src="http://jindeyuan.org/wp-content/uploads/2012/03/KwanIm_06b.jpg" alt="Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita" width="300" height="299" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita</p></div>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jindeyuan.org/kwan-im-pho-sat-pria-atau-wanita-4/index.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kwan Im Pho Sat &#8211; Pria Atau Wanita</title>
		<link>http://jindeyuan.org/kwan-im-pho-sat-pria-atau-wanita-3/index.htm</link>
		<comments>http://jindeyuan.org/kwan-im-pho-sat-pria-atau-wanita-3/index.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 16:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dewata]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[bodhisattva]]></category>
		<category><![CDATA[God of Mercy]]></category>
		<category><![CDATA[Goddess of Mercy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jindeyuan.org/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita
Ada umat yang bertanya: “Kwan Im Pho Sat sebetulnya pria atau wanita ???” Ada yang menjawab Kwan Im Pho Sat sebenarnya pria. Namun banyak juga yang menjawab Kwan Im Pho Sat adalah wanita.
Sebenarnya tingkat kesucian Bodhisatva telah berada di atas perbedaan bentuk : pria – wanita, tua – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita</strong></p>
<p>Ada umat yang bertanya: “<em>Kwan Im Pho Sat sebetulnya pria atau wanita</em> ???” Ada yang menjawab Kwan Im Pho Sat sebenarnya pria. Namun banyak juga yang menjawab Kwan Im Pho Sat adalah wanita.</p>
<p>Sebenarnya tingkat kesucian Bodhisatva telah berada di atas perbedaan bentuk : pria – wanita, tua – muda, cantik – jelek, kaya – miskin, mulia – hina, dan sebagainya. Dengan kata lain tingkat kesucian Bodhisatva telah menghilangkan perbedaan wujud pria atau wanita. Bodhisatva bisa menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi / keadaan. Seorang Bodhisatva bisa berubah wujud menjadi sesuatu yang sesuai dengan sebab jodoh orang yang memohon pertolongan kepadanya.</p>
<p>Maka Kwan Im Pho Sat bisa berwujud pria, bisa juga berwujud wanita. Semua ini berdasarkan kebutuhan umat manusia yang membutuhkan pertolongannya.</p>
<p>Jauh sebelum agama Buddha disebarkan dari India ke Tiongkok, di Tiongkok Kuno sudah ada kepercayaan kepada seorang Dewi yang welas asih dengan penampilan memakai jubah putih. Pada waktu memasuki Tiongkok pada masa Dinasti Han [ 206 SM – 220 M ), agama Buddha memperkenalkan Bodhisatva Avalokitesvara – 觀自在菩薩 <strong><em>Guan Zi Zai Pu Sa</em></strong> (kemudian dikenal sebagai Kwan Im Pho Sat) sebagai pria.</p>
<p>Mulai zaman Dinasti Tang [ 618 – 907 M ], Kwan Im ditampilkan sebagai wanita. Mungkin ini terpengaruh ajaran Konfusianisme yang telah berurat akar dalam sistem sosial masyarakat pada saat itu. Mereka menganggap tidak layak kalau wanita memohon anak dari seorang Dewata pria. Bagi para umatnya, hal itu dianggap sebagai kehendak dari Kwan Im sendiri untuk mewujudkan dirinya sebagai wanita, agar beliau dapat leluasa dengan kaum wanita yang banyak memohon bantuannya.</p>
<p>Nampaknya perubahan ini terjadi secara perlahan-lahan. Mula-mula Kwan Im ditampilkan sebagai pasangan Avalokitesvara (seperti halnya Dewa-dewa dari India yang selalu berpasangan). Lambat laun oleh para penganutnya di Tiongkok, Dewata pria Avalokitesvara mulai dilupakan. Pada abad ke-12 Masehi, Kwan Im telah dipuja tersendiri sebagai Dewata yang khas Tiongkok, begitu pula Dewata-dewata Buddhis lainnya.</p>
<p>Sebelum masuknya Buddhis ke Tiongkok, kaum wanita di sana telah banyak menghormati para Dewi dari Taoisme yang mereka panggil dengan sebutan 娘娘 <em>Niang Niang </em>{Hok Kian = <em>Nio Nio </em>}, sebagai tempat mereka memohon perlindungan, keselamatan &amp; keturunan. Oleh karena itu ketika muncul Guan Yin, mereka menyebutnya dengan panggilan Niang Niang pula. Sebutan <strong>觀音菩薩</strong> <em>Guan Yin Pu Sa </em>{Hok Kian = <em>Kwan Im Pho Sat</em>} yang sepenuhnya bersifat Buddhisme, di kalangan rakyat Tiongkok akhirnya terkenal dengan sebutan <strong>觀音娘娘</strong> <strong><em>Guan Yin Niang Niang {Kwan Im Nio Nio}</em></strong>.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ, kaum Taois-pun akhirnya ikut pula menghormati, bahkan menempatkannya sejajar dengan Dewi mereka, yaitu 天后聖母 <strong>Tian Hou Sheng Mu (Tian Shang Sheng Mu). </strong>Nama Taois untuk Guan Yin adalah 慈航道人 <strong>Ci Hang Dao Ren {Cu Hang To Jin} </strong>yang berarti Dewa Penyelamat Pelayaran.</p>
<p>Demikianlah Guan Yin memperoleh kepopuleran yang jauh melebihi Dewata Buddhisme yang tertinggi – Sakyamuni Buddha, walaupun dalam banyak kelenteng &amp; wihara, Buddha Sakyamuni duduk di altar yang paling terhormat.</p>
<p>E.T.C. Werner dalam bukunya <strong><em>Myths and Legends of China</em></strong> menyebut Dewi Kwan Im sebagai Buddhist Saviour atau Dewi Penyelamat dari Buddhis. Kutipan dari buku tersebut tentang kepercayaan rakyat kepada Dewi Kwan Im adalah sebagai berikut:</p>
<p><em>Ia disebut Guan Yin karena ia mau mendengarkan ratapan dari dunia &amp; turun memberikan pertolongan. Ia memperoleh sebutan Buddha yang mengusir rasa takut. Jika nama Guan Yin disebut di tengah kobaran api, maka api tak akan dapat membakar. Jika namanya disebut di tengah hempasan ombak yang setinggi gunung, maka air tersebut akan menjadi dangkal. Apabila seorang awak perahu yang tengah dihantam gelombang besar menyebut nama Guan Yin yang Maha Penyayang, maka ia akan selamat sampai tujuan. Di tengah-tengah gemerincingan pedang &amp; tombak di medan perang, apabila menyebut nama Guan Yin akan luputlah ia dari maut. Jika ada iblis yang merasuki ke dalam dirimu, sebutlah nama Guan Yin, maka anda akan memperoleh kedamaian &amp; ketenangan bathin.</em></p>
<p><em>Napsu amarah &amp; kebencian akan sirna kalau nama beliau diucapkan. Seorang yang menderita penyakit ingatan akan pulih kembali kalau berdoa dengan penuh ketulusan kepada Guan Yin. Guan Yin yang Maha Pengasih &amp; Penyayang akan memberikan anak bagi para ibu yang mendambakannya, seorang putra yang tampan &amp; seorang putri yang cantik. Seorang yang menyebutkan nama-nama dari 6.200.000 Buddha atau jumlah yang banyak laksana pasir Sungai Gangga, sama nilainya dengan orang lain yang hanya mengucapkan nama <strong>Guan Yin</strong> sekali saja. Guan Yin dapat muncul dalam wujud Buddha, Pangeran, Bikkhu, Pelajar, Nenek tua, dan lain-lain. Beliau dapat pergi ke negara mana saja, membabarkan ajaran suci ke berbagai penjuru dunia.</em></p>
<p>Demikianlah seorang Dewi Welas Asih yang Asli Tiongkok menyatu dengan Avalokitesvara, jadilah Dewata Buddhis khas Tiongkok, bahkan ciri-ciri ke-India-annya hilang sama sekali. Kisah Putri Miao Shan (Biao Sian) dalam kisah <em>Lam Hai Kwan Im Cwan Thwan</em> amat dikenal dalam Buddhisme Tiongkok, dan telah menyatu dalam sanubari orang-orang Tionghoa. Kisah Putri Miao Shan yang amat berbakti kepada orangtua ini merupakan cerminan dari kisah Sang Buddha Gautama, di mana beliau meninggalkan keduniawian menjadi pertapa dan sempurna di Gunung <em>Pu To Shan.</em></p>
<p>Figure Kwan Im yang dekat dengan segala lapisan masyarakat membuatnya amat termashur bahkan melebihi Sang Buddha Gautama sendiri. Dalam perujudannya sebagai <em>Chien Chiu Kwan Im</em> (Kwan Im Tangan Seribu) beliau secara Esotoris seolah-olah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena sanggup mengabulkan semua permohonan umatnya.</p>
<p>Kwan Im Hut Co dikenal luas sebagai Dewi Welas Asih, yang dipuja tidak hanya di kalangan Buddhis saja, tapi juga di kalangan umat Taoisme dan semua lapisan masyarakat awam di pelbagai negara terutama di benua Asia.</p>
<p>Coba kita perhatikan, di setiap kelenteng atau wihara, siapapun yang menjadi <em>Tuan Rumah</em>–nya, misalnya玄壇公 <strong><em>Xian Tan Gong</em></strong><em> {Hian Than Kong}</em>; 地藏王 <strong><em>Di Zang Wang</em></strong><em> {Te Cong Ong}</em>; 媽祖 / 天后聖母 <strong><em>Ma Zhu</em></strong><em> / Tian Hou Sheng Mu {<strong>Ma Co</strong> / Thien Hou Sing Bo}</em>; 關聖帝君 / 關公 <strong><em>Guan Sheng Di Jun</em></strong><em> / Guan Gong {Kwan Seng Te Kun / <strong>Kwan Kong</strong>}</em>; 清元真君 <em>Qing Yuan Zhen Jun {<strong>Ceng Guan Ceng Kun</strong>}</em>; dan lain-lain, pasti di dalam kelenteng tersebut ada sebuah altar khusus untuk menghormati Kwan Im Hut Co ! Mengapa bisa demikian ? Ini karena Maha Cinta Kasih &amp; Maha Karuna (大慈大悲) beliau. Maka beliau disebut Guan Shi Yin. Bahkan Dunia Barat pun mengenal Dewi Kwan Im sebagai <strong>Goddess of Mercy</strong> !!!</p>
<p style="text-align: center;">O</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;oooOOOooo&#8212;</p>
<p style="text-align: center;">O</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Buddhist Temple Jindeyuan Jakarta</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong></p>
<div id="attachment_431" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><strong><a href="http://jindeyuan.org/wp-content/uploads/2011/03/KwanIm_05b.jpg"><img class="size-medium wp-image-431" title="Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita" src="http://jindeyuan.org/wp-content/uploads/2011/03/KwanIm_05b-300x299.jpg" alt="Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita" width="300" height="299" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Kwan Im Pho Sat – Pria Atau Wanita</p></div>
<p></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jindeyuan.org/kwan-im-pho-sat-pria-atau-wanita-3/index.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kwan Im Hut Co &#8211; Dewi Welas Asih</title>
		<link>http://jindeyuan.org/kwan-im-hut-co-dewi-welas-asih-2/index.htm</link>
		<comments>http://jindeyuan.org/kwan-im-hut-co-dewi-welas-asih-2/index.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 13:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dewata]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Avalokitesvara]]></category>
		<category><![CDATA[bodhisattva]]></category>
		<category><![CDATA[Goddess of Mercy]]></category>
		<category><![CDATA[Kwan Im]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jindeyuan.org/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Kwan Im Hut Co – Dewi Welas Asih
 觀音佛祖 Guan Yin Fo Zhu {Hok Kian = Kwan Im Hut Co } secara umum disebut Guan Yin. Sebutan akrabnya adalah Dewi Kwan Im atau Ma Kwan Im / Kwan Im Ma 觀音媽. Dalam bahasa Sansekerta disebut Buddha Avalokitesvara. Mengapa banyak orang yang menyebut Goan Shi Yin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Kwan Im Hut Co – Dewi Welas Asih</span></strong></p>
<p><strong> </strong><strong>觀音佛祖 <em>Guan Yin Fo Zhu</em></strong> {Hok Kian = <em>Kwan Im Hut Co </em>} secara umum disebut Guan Yin. Sebutan akrabnya adalah Dewi Kwan Im atau Ma Kwan Im / Kwan Im Ma 觀音媽. Dalam bahasa Sansekerta disebut Buddha Avalokitesvara. Mengapa banyak orang yang menyebut <em>Goan Shi Yin Pu Sa </em>觀世音菩薩 {Hok Kian = <em>Kwan Si Im Pho Sat </em>} ?  Ini karena ikrar beliau yang amat welas asih yaitu : tidak akan menjadi Buddha sebelum semua manusia terselamatkan. Namun sebenarnya beliau telah menjadi Buddha dan bergelar南海古佛 <strong><em>Nan Hai Gu Fo</em></strong><em> </em>{<strong><em>Lam Hai Ko Hut</em></strong><em> </em>= Buddha Laut Selatan}. Maka kita menyebutnya <strong><em>Kwan Im Hut Co</em></strong>.</p>
<p>Jauh sebelum agama Buddha disebarkan dari India ke Tiongkok, di Tiongkok Kuno sudah ada kepercayaan kepada seorang Dewi yang welas asih dengan penampilan memakai jubah putih. Pada akhir Dinasti Han (25 – 228 M), agama Buddha masuk ke Tiongkok dan mendapat tempat di hati masyarakat. Kisah Putri Miao Shan (Biao Sian) dalam kisah 南海觀音傳團 <strong><em>Nan Hai Guan Yin Zhuan Tuan {Lam Hai Kwan Im Coan</em></strong><em> <strong>Thoan</strong></em>} amat dikenal dalam Buddhisme Tiongkok, dan telah menyatu dalam sanubari orang-orang Tionghoa.</p>
<p>Demikianlah seorang Dewi Welas Asih yang Asli Tiongkok 白衣大士 <strong><em>Bai Yi Da Shi</em></strong> <strong><em>{Pek Ie Tai Su}</em></strong> menyatu dengan Avalokitesvara, jadilah <strong>Dewata Buddhis Khas Tiongkok</strong>, bahkan ciri-ciri ke-India-annya hilang sama sekali. Kisah Putri Miao Shan yang amat berbakti kepada orangtua merupakan cerminan dari kisah Sang Buddha Gautama, di mana beliau meninggalkan keduniawian menjadi pertapa dan sempurna di Gunung <em>Pu To Shan.</em></p>
<p>Figure Kwan Im yang dekat dengan segala lapisan masyarakat membuatnya amat termashur bahkan melebihi Sang Buddha Gautama sendiri. Dalam perujudannya sebagai 千手觀音 <strong><em>Qian Shou Guan Yin {Chien Chiu Kwan Im</em></strong> = Kwan Im Tangan Seribu} beliau secara Esotoris seolah-olah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena sanggup mengabulkan semua permohonan umatnya.</p>
<p>Kwan Im Hut Co dikenal luas sebagai <strong>Dewi Welas Asih</strong>, yang dipuja tidak hanya di kalangan Buddhis saja, tapi juga di kalangan Tao dan semua lapisan masyarakat awam di pelbagai negara terutama di benua Asia. Coba kita perhatikan, di setiap kelenteng atau wihara, siapapun yang menjadi “<em>Tuan Rumah”</em>–nya [misalnya Hian Than Kong 玄壇公, Te Cong Ong 地藏王, Ma Co 媽祖, Kwan Kong 關公 , Ceng Guan Ceng Kun 清元真君, dll] pasti ada sebuah altar khusus untuk menghormati Kwan Im Hut Co ! Bahkan banyak umat yang sembahyang &amp; menaruh altar Kwan Im di rumahnya. Mengapa bisa demikian ? Ini karena Maha Welas Asih (大慈大悲) beliau. Maka beliau disebut Guan Shi Yin. Bahkan Dunia Barat pun mengenalnya sebagai <strong>Goddess Of Mercy</strong><em> </em>!!!</p>
<p>Guan Shi Yin adalah terjemahan harfiah dari bahasa Sansekerta <em>Avalokitesvara</em>, yang mengandung arti sebagai berikut :</p>
<p>觀 <strong>Guan </strong>= melihat, memandang</p>
<p>世 <strong>Shi</strong> = dunia (alam fana yang penuh dengan penderitaan)</p>
<p>音 <strong>Yin</strong> = suara (jeritan penderitaan dari makhluk hidup)</p>
<p>Guan Yin adalah Buddha yang melambangkan hati yang welas asih dan penyayang, yang tertanam dalam relung hati tiap pemujanya. Mereka percaya bahwa Guan Yin dapat mendengarkan keluh-kesah mereka yang menderita dan datang menolong, dalam wujud yang berbeda-beda, baik pria maupun wanita.</p>
<p>Di kalangan rakyat, Kwan Im Hut Co dianggap penolong bagi orang yang sedang dalam kesengsaraan dan penderitaan. Beliau juga dianggap penolong roh-roh yang mengalami penderitaan di neraka, oleh karena itu beliau ditampilkan dalam sembahyang memberi makan roh-roh kelaparan yang diadakan pada bulan 7 Imlek, dengan nama普渡公 <strong><em>Pu Du Gong</em></strong> {<strong><em>Pho To Kong = </em></strong>Tuan Yang Menolong Penyeberangan}.</p>
<p><strong>Perwujudan Kwan Im</strong></p>
<p>Di dalam Sutra Suddharma Pundarika Sutra 妙法蓮花經 <strong><em>Miao Fa Lian Hua Jing {Biauw Hoat Lien Hwa Keng</em></strong>} disebutkan ada 33 perwujudan atau penjelmaan Kwan Im Pho Sat. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani /大悲咒 <strong><em>Da Bei Zhou {Tay Pi Ciu}</em></strong>，ada 84 rupa yang berbeda sebagai pengejawantahan Kwan Im sebagai Bodhisatva yang memiliki kekuasaan besar. Pendampingnya yang setia adalah <em>Kim Tong</em> 金童 (Jejaka Emas) dan <em>Giok Li</em> 玉女 (Gadis Kumala), atau yang sering disebut <em>Sian</em><em> Cay</em> &amp; <em>Liong Ni</em>.</p>
<p>Altar utama di kelenteng 普陀山 <strong><em>Phu Tho San </em>(<em>Pho Jee Sie</em>)</strong> dipersembahkan kepada Kwan Im Pho Sat dengan perujudannya sebagai Buddha Vairocana, dan di sisi kiri/kanan berderet masing-masing ke-16 perujudan Beliau lainnya. Total di kiri dan kanan berikut di altar utama Phu Tho San ada 33 macam perwujudan yang mengesankan dan amat berwibawa.</p>
<p>Di negeri-negeri lain yang menganut agama Buddha seperti India, Thailand, Vietnam dan Kamboja, Kwan Im Hut Co biasanya ditampilkan sebagai pria. Hanya di Tiongkok saja Kwan Im Hut Co diujudkan sebagai wanita dengan berbagai penampilan antara lain :</p>
<ol>
<li>Kwan Im membawa Sutra memberi      pelajaran Buddha Dharma kepada umat manusia.</li>
<li>Kwan Im dengan hutan bambu      ungu.</li>
<li>Kwan Im menyeberangi lautan.      Konon Kwan Im dari India      menyeberangi lautan sampai di Phu Tho San, propinsi Zhe Jiang.</li>
<li>Kwan Im bertangan seribu.      Perujudan ini mengandung makna bahwa Kwan Im tahu segala hal dan mampu      melakukan segala hal.</li>
<li>Kwan Im dengan keranjang isi      ikan. Mengandung arti menyayangi mahluk hidup, sebab ikan itu akan      dilepaskan kembali ke laut.</li>
<li>Kwan Im berbaju putih.      Maksudnya putih bersih tanpa dosa seperti halnya Maria dalam agama      Katolik.</li>
<li>Kwan Im dengan 8 (delapan)      rintangan. Ini melambangkan Kwan Im dapat mengatasi berbagai kesukaran      agar dapat dengan tenang menerima ajaran Buddha.</li>
<li>Kwan Im membawa anak.      Merupakan pemujaan bagi orangtua yang ingin memperoleh anak.</li>
<li>Kwan Im membawa botol air      suci. Biasanya ditemani oleh sang bocah suci, San Chai, dan burung      kakatua.</li>
<li>Kwan Im naik gelombang atau      di atas sebuah batu karang, yang melambangkan keteguhan hatinya untuk      menempuh berbagai kesukaran dalam menolong manusia.</li>
</ol>
<p>Ke-10 perujudan di atas adalah yang paling terkenal dari 33 bentuk perujudan Kwan Im, dalam menolong umatnya yang membutuhkan.</p>
<p><strong> </strong>Perwujudan beliau di altar utama <em>Kim Tek Ie </em>adalah sebagai <strong><em>King Cee Kwan Im</em></strong> (Kwan Im membawa Sutra memberi pelajaran Buddha Dharma kepada umat manusia). Di samping itu terdapat wujud Kwan Im Hut Co dalam千手觀音 <strong><em>Chien Chiu Kwan Im</em></strong> (Kwan Im bertangan seribu) sebagai perujudan Beliau yang senantiasa bersedia mengabulkan permohonan yang tulus dari umat-Nya.</p>
<p style="text-align: center;">O</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;oooOOOooo&#8212;</p>
<p style="text-align: center;">O</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 480px"><a href="http://jindeyuan.org/wp-content/uploads/2010/07/KwanIm06.jpg"><img class="size-full wp-image-283" title="Kwan Im Hut Co – Dewi Welas Asih" src="http://jindeyuan.org/wp-content/uploads/2010/07/KwanIm06.jpg" alt="Kwan Im Hut Co – Dewi Welas Asih" width="470" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Kwan Im Hut Co – Dewi Welas Asih</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jindeyuan.org/kwan-im-hut-co-dewi-welas-asih-2/index.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

