Posts Tagged ‘gautama’

Ji Lay Hud – Perintis Agama Buddha

Thursday, January 12th, 2012

Ji Lay Hud – Perintis Agama Buddha

Dalam bahasa Mandarin, 如來佛Ru Lai Fo {Hok Kian = Ji Lay Hud } merupakan sebutan penghormatan kepada Buddha Sakyamuni. Sebutan Ru Lai merupakan terjemahan dari bahasa Sansekerta, Tathagata, yang berarti Ia Yang Datang.

Buddha Sakyamuni adalah perintis Agama Buddha yang merupakan salah satu dari 3 (tiga) agama besar di dunia dengan penganut yang berjumlah milyaran orang. Buddha Sakyamuni adalah ahli agama yang agung & mulia, juga adalah orang suci yang arif bijaksana & diakui di seluruh dunia.

Ideologi & peradaban (kebudayaan) agama Buddha yang disabdakan Buddha Sakyamuni, diturunkan dari generasi ke generasi, sejak lama telah menjadi aspek penting & utama yang memberikan nuansa aneka warna kebudayaan Dunia Timur, dan juga telah meninggalkan kebudayaan berharga yang sempurna & berlimpah bagi sejarah dunia.

Buddha Sakyamuni lahir pada tahun 623 SM di sebuah negeri yang bernama Kapilavastu (dekat Nepal) dengan nama Sidharta Gautama. Sidharta berarti : “Seorang yang tercapai cita-citanya”. Ayah Sidharta adalah Raja Sudhodana yang berasal dari Suku Sakya. Karena berasal dari Suku Sakya inilah maka kemudian beliau disebut sebagai Buddha Sakyamuni. Ibunda beliau adalah Ratu Mahamaya. Sebelum melahirkan Sidharta, Dewi Mahamaya bermimpi melihat seekor gajah putih memasuki rahimnya. Sebelum terlahir sebagai Pangeran Sidharta, beliau sebenarnya adalah Maha Bodhisatva yang datang dari Surga Tusita.

Hari lahir Buddha Sakyamuni diperingati setiap tanggal 15 bulan 4 Imlek. Tapi di kelenteng-kelenteng, diperingati pada tanggal 8 bulan 4 penanggalan Imlek.

Sewaktu beliau lahir terjadi keajaiban, seperti yang tercatat dalam Kitab Sakyamuni Buddha : Begitu bayi tersebut dilahirkan, ia melangkah 7 (tujuh) langkah. Bunga teratai yang berwarna merah & kuning keemasan muncul dari dalam tanah setiap kali ia menapakkan kakinya. Pada langkah terakhir, dengan tangan kanan menunjuk ke langit & tangan kiri menunjuk ke bumi, bayi tersebut mengumandangkan suaranya dengan lantang : “Akulah yang teragung di antara langit & bumi. Aku datang dari Surga Tusita. Aku datang untuk membabarkan rahasia-rahasia alam semesta & kebenaran tentang kehidupan, guna membebaskan makhluk hidup dari penderitaan. Inilah kelahiranku yang terakhir di dunia ini!”

Demikianlah seorang Maha Bodhisatva telah dilahirkan melalui kandungan Permaisuri Dewi Maha Maya yang berhati suci & berbudi luhur. Seminggu setelah melahirkan Pangeran Sidharta, sang ibunda meninggal dunia. Beliau kemudian dibesarkan oleh bibinya Mahaprajapati.

Pangeran Sidharta menikah pada usia 16 tahun dengan adik iparnya Putri Yasodhara. Mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Rahula, yang berarti belenggu.

Sebagai seorang Pangeran, Sidharta menikmati kehidupan istana yang menyenangkan, nikmat & serba berkecukupan. Raja Sudhodana mengharapkan beliau naik tahta & menggantikan ayahnya sebagai seorang Raja. Namun Pangeran Sidharta tak terbiasa dengan kehidupan mewah, senang & berkedudukan tinggi seperti ini.

Pada usia 29 tahun, beliau melihat 4 peristiwa yang kemudian mengubah jalan kehidupannya. Pertama, ia melihat seorang tua yang berjalan tertatih-tatih dengan bersandar pada tongkatnya. Kedua, ia melihat seorang yang menderita sakit parah. Ketiga, ia melihat seorang yang telah meninggal dunia. Keempat, ia melihat seorang Bikkhu dengan jubah kuning berjalan tenang dengan wajah yang penuh kedamaian. Ketiga peristiwa pertama menyadarkan pangeran akan hukum alam yang pasti akan dialami setiap orang tanpa pandang bulu. Peristiwa keempat menunjukan cara untuk mengatasi penderitaan dunia & mencapai ketentraman hidup.

Demikianlah Sang Pangeran Sidharta meninggalkan istana pada usia 29 tahun, & membina diri dengan penuh penderitaan di hutan Uruvela. Enam tahun lamanya beliau membina diri hidup sebagai seorang pertapa. Akhirnya di bawah pohon Bodhi, beliau memperoleh Penerangan Sempurna pada usia 35 tahun, & sejak itu disebut sebagai Buddha Gautama.

Hari beliau 成道 mencapai Penerangan Sempurna diperingati setiap tanggal 8 bulan 12 penanggalan Imlek {Ji Lay Hut Co Sing To}.
Kemudian beliau membabarkan Dharma selama 45 tahun kepada murid-muridnya yang tak terhitung jumlahnya & mendirikan Sangha (persaudaraan suci para Bikkhu/Bikkhuni). Beliau Parinibbana (wafat) pada usia 80 tahun.

O
—oooOOOooo—
O

Ji Lay Hud – Perintis Agama Buddha

Ji Lay Hud – Perintis Agama Buddha