Hok Tek Cin Sin Be Ge

Para petani & pedagang di Taiwan & negara-negara di kawasan Asia Tenggara, setiap bulan tanggal 2 & tanggal 16 penanggalan Imlek sembahyang kepada Hok Tek Cin Sin, agar usaha & bisnisnya lancar. Upacara sembahyang ini disebut 做牙 Zuo Ya {Hok Kian = Cuo Ge}. Sembahyang pada tanggal 2 bulan 2 Imlek disebut sembahyang 頭牙 Tou Ya {Thao Ge}. Kemudian sembahyang tanggal 16 bulan 12 Imlek disebut sembahyang 末牙 Mo Ya {Be Ge}. Jadi Hok Tek Cin Sin Be Ge berarti sembahyang kepada Hok Tek Cin Sin di akhir tahun (penanggalan Imlek), menyatakan syukur atas berkah yang diperoleh selama tahun tersebut.

Dalam 1 tahun sembahyang Thao Ge & Be Ge ini dilaksanakan dengan besar & meriah. Pada saat Hok Tek Cin Sin Be Ge, para pedagang juga mengundang para pelanggannya (pembeli) & para karyawannya untuk menghadiri jamuan pesta.

Beda Hok Tek Cin Sin dengan Tho Tek Kong

福德正伸 Fu De Zheng Shen {Hok Kian = Hok Tek Cing Sin } adalah Dewa Bumi yang secara umum disebut pula sebagai 土地公 Tu Di Gong {Hok Kian = Tho Tek Kong }.

Di Taiwan & negara-negara di kawasan Asia Tenggara biasanya Dewa Bumi disebut sebagai Hok Tek Cin Sin. Di Tiongkok bagian Utara disebut Tu Di Ye. Di Tiongkok bagian Selatan disebut Tu Di Gong. Selain itu orang-orang biasanya membedakan Hok Tek Cin Sin & Tho Tek Kong dengan cara perletakannya.

Jika dipuja di atas altar lengkap dengan Bun Bu Phoa Koa (Pengawal Sipil dan Militer) disebut Fu De Zheng Shen, dan memiliki wilayah kekuasaan yang lebih luas bukan hanya setempat/lokal saja. Sedangkan bila dipuja di bawah (di atas tanah) tanpa pengawal disebut Tu Di Gong, kadang kala disertai istrinya Tu Di Po. Area kekuasaannya setempat saja.

Di semua tempat, Hok Tek Cin Sin ditampilkan dalam bentuk yang hampir sama, yaitu seorang tua, berambut dan berjenggot putih, dengan wajah yang tersenyum ramah. Biasanya Hok Tek Cin Sin tampak menggenggam sebongkah uang emas di tangan kanannya.

Seperti juga 城隍爺 Seng Hong Ya , Hok Tek Cin Sin mempunyai masa jabatan yang terbatas. Jabatan Hok Tek Cin Sin biasanya diduduki oleh orang-orang yang selama hidupnya banyak berbuat kebaikan dan berjasa bagi masyarakat. Setelah meninggal tokoh pujaan rakyat itu lalu diangkat sebagai Hok Tek Cin Sin . Oleh karena itu tiap tempat mempunyai Hok Tek Cin Sin tersendiri.

Ada sebuah versi yang mengatakan bahwa Hok Tek Cin Sin adalah 張福德 Zhang Fu De {Hok Kian = Thio Hok Tek}, seseorang yang pernah hidup di zaman Dinasti Zhou (Masa Kaisar Zhou Wu Wang). Zhang Fu De lahir pada tahun 1134 SM, sejak kecil telah menunjukkan bakat sebagai orang pandai dan berhati mulia. Beliau menjabat Menteri Urusan Pemungutan Pajak Kerajaan. Dalam menjalankan tugasnya ia selalu bertindak bijaksana & tidak memberatkan rakyat, sehingga rakyat sangat mencintainya. Ia meninggal pada usia 102 tahun. Jabatannya digantikan oleh Wei Chao, seorang yang tamak & kejam. Rakyat sangat menderita karena Wei Chao tidak mengenal kasihan dalam menarik pajak. Karena derita yang tak tertahankan, rakyat banyak yang pergi meninggalkan kampong halamannya, sehingga sawah ladang banyak yang terbengkalai. Dalam hati mereka amat mendambakan seorang bijaksana seperti Thio Hok Tek yang telah wafat itu. Lalu mereka memuja Thio Hok Tek sebagai tempat memohon perlindungan. Dari nama Thio Hok Tek inilah kemudian muncul gelar Hok Tek Cin Sin yang dianggap sebagai Dewa Bumi.

Sembahyang kepada Dewa Bumi ini sangat luas wilayahnya. Di seluruh negeri, dapat dikatakan 土地廟 Tu Di Miao (Hok Kian = Tho Tek Bio = Kelenteng Tu Di Gong)-lah yang paling banyak jumlahnya baik besar maupun kecil. Tu Di Miao kecil umumnya terdapat di dusun-dusun, di tepi pematang sawah, dan bahkan di halaman rumah. Di desa terpencil yang melarat, sembahyang Tu Di Gong dilakukan di dalam sebuah jembangan air yang telah pecah. Jembangan itu dibalik dan dari bagian dinding yang pecah ditempatkan sebuah arca Tu Di Gong, dan dianggap sebagai kelenteng ! Sebab itu ada pemeo di kalangan rakyat yang mengatakan: 有屋住大堂,沒屋住破缸 You Wu Zhu Da Tang, Mei Wu Zhu Po Gang , yang artinya : Kalau ada rumah tinggal di dalam ruangan besar, kalau tak ada rumah jembangan pecah pun jadi ! Kecuali kelenteng khusus, di kelenteng-kelenteng lain, biasanya disediakan altar pemujaan Tu Di Gong sebagai pelengkap.

Kaum petani menganggap Hok Tek Cin Sin sebagai Dewa Pelindungnya. Kaum pedagang memandangnya sebagai Roh Suci yang mendatangkan rezeki. Masyarakat umum memandangnya sebagai Pelindung Keselamatan. Oleh karena itulah perayaan dan sembahyang kepada Hok Tek Cin Sin paling banyak dilakukan dalam setahun.

Jin De Yuan - Hok Tek Cin Sin

Pengumuman Pertunjukan Wayang Potehi

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Hui Zi Miao {Hok Kian = Hui Tek Bio} yang jatuh pada hari Kamis, 17 Januari 2008 (Imlek tanggal 10 bulan 12), maka diadakan pertunjukan Wayang Potehi :

Tanggal : 17 s/d 24 Januari 2008

Waktu : Pk. 14.00 – 16.00 WIB &

Pk. 19.00 – 21.00 WIB

Cerita : Si Jin Kui Ceng See (Si Jin Kui Menyerbu Ke Barat)

Tempat : Hui Tek Bio (dalam halaman Kelenteng Kim Tek Ie)

Jl. Kemenangan III No. 13

Jakarta Barat

Sinopsis Cerita Si Jin Kui :

Si Jin Kui adalah Cerita Tiongkok Kuno yang sangat terkenal dan Berdasarkan SEJARAH. Pada zaman dinasti Tang {Hok Kian = Tong} di bawah pemerintahan Kaisar Tang Tai Zhong {Tong Thai Cong} tahun 627 – 649 M, terjadilah peperangan antara Tiongkok dengan Kaoli, salah satu di antara 3 negara yang terletak di Semenanjung Korea pada masa itu.

薛仁貴 Xue Ren Gui {Si Jin Kui} adalah seorang Jendral perang gagah perkasa dari tentara expedisi Tiongkok yang menyerbu ke negara Kaoli dalam peperangan tersebut. Si Jin Kui lahir di desa Thai Peng Chung, kabupaten Liong Bun Koan (celah pintu naga), propinsi Shoa Sai. Ayah Si Jin Kui adalah seorang hartawan yang bernama Si Eng, sedangkan ibunya bernama Phoa Si.

Namun sejak lahir sampai berusia 15 tahun Si Jin Kui tidak dapat berbicara. Pada suatu malam ketika sedang tidur, Si Jin Kui melihat seekor macan putih datang menubruknya, sejak itu ia dapat berbicara (Si Jin Kui merupakan penitisan dari Dewa Macan Putih). Sangat disayangkan beberapa hari kemudian kedua orangtuanya meninggal dunia secara serentak.

Secara singkat dalam Kisah Si Jin Kui Ceng Tang (Si Jin Kui Menyerbu Ke Timur), Jendral Si Jin Kui berjasa amat besar bagi Kerajaan Tong Tiaw dalam menaklukan Kerajaan Ko Le Kok (Korea), sehingga Kaisar Tong Thai Cong – Li Si Bin menganugerahi kedudukan sebagai Peng Liao Ong Si Jin Kui (Raja Muda Si Jin Kui) dan mendirikan istana untuk Si Jin Kui di Propinsi Shoa Sai, propinsi kelahirannya. Dari istri pertama Liu Kim Hoa, Si Jin Kui memperoleh sepasang putra/i kembar yang bernama Si Teng San & Si Kim Lian.

Dalam kisah Si Jin Kui Ceng See (Si Jin Kui Menyerbu Ke Barat), Raja Tong Thai Cong mendapat surat tantangan perang dari Jendral Sou Po Tong, negeri Se Liang Hap Bi Kok (terletak di sebelah Barat Tiongkok). Dalam peperangan kali ini Si Jin Kui mendapat lawan yang sangat-sangat tangguh, yaitu Jendral Sou Po Tong yang tidak saja memiliki 24 golok wasiat & wasiat-wasiat lainnya, tapi juga didampingi pembantu-pembantunya yang adalah petapa-petapa sakti, a.l. : Hwe Poat Hwe Sio (Padri / Bikshu bersenjata kecer terbang) & Tiat Poan To Jin (To Su / Pertapa bersenjata lempengan besi).

Setelah menaklukan 3 kota di Se Liang Hap Bi Kok, yaitu kota Kai Pai Kwan, kota Kim He Kwan & kota Ciat Thian Kwan, di kota ke-4 yaitu Kota Siao Yang Shia, Jendral Si Jin Kui bertempur dengan Jendral Sou Po Tong. Karena kalah dalam ilmu silat, Sou Po Tong mengeluarkan golok terbang wasiatnya. Namun ini dapat dipatahkan dengan panah wasiat Coan In Cian dari Si Jin Kui. Kemudian Sou Po Tong mengeluarkan wasiat Hui Piao (senjata terbang) yang tidak dapat ditangkis oleh Si Jin Kui. Si Jin Kui terluka parah & pingsan berhari-hari. Jendral Sou Po Tong & pasukannya mengurung Raja Tong Thai Cong, Penasehat Militer Ci Bou Kong, Jendral Si Jin Kui, para panglima & pasukan perang Tong Tiaw di kota Siao Yang Shia ini, bermaksud hendak membinasakan seluruh angkatan perang Tong Tiaw, di mana Si Jin Kui masih terluka parah.

Bagaimana kelanjutan kisah ini? Apakah Raja Tong Thai Cong, Jendral Si Jin Kui, penasehat militer Ci Bou Kong, panglima & seluruh pasukan perang Tong Tiaw akan binasa di tangan Sou Po Tong di kota Siao Yang Shia, negeri Se Liang Hap Bi Kok? Saksikan sendiri kisahnya yang seru pada pagelaran dari Grup Wayang Potehi 福和安 Fu He An yang berlangsung dari tgl 17-24 Januari 2008, di Hui Tek Bio (dalam halaman Kelenteng Kim Tek Ie), Jl. Kemenangan III No. 13. Jakarta Barat.

Sekilas Info : Saksikan juga pementasan Wayang Potehi grup Fu He An dari Jawa Timur ini di Citraland, Grogol pada tanggal 25 Januari – 17 Februari 2008.

Jin De Yuan - Ket. Gambar : Si Jin Kui sedang berperang melawan Sou Po Tong di kota Siao Yang Shia, negeri Se Liang Hap Bi Kok.

Ket. Gambar : Si Jin Kui sedang berperang melawan Sou Po Tong di kota Siao Yang Shia, negeri Se Liang Hap Bi Kok.

2 Responses to “Hok Tek Cin Sin Be Ge”

  1. Ruddy says:

    dewa ho tek ceng sin itu berarti sama juga dewa bumi atau yang di kena dengan tu ti pa kung saya baru tahu karena selama ini saya kira beda antar dewa ho tek ceng sin dengan tu ti pakung

    tks

  2. chien-Chien says:

    Kalo Te Tju Kong apa sama dengan dewa bumi juga ( Ho tek Cing Sin / Tho Te Kong )…?? Thank’s.

Leave a Reply