<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Ghost Festival - Cioko</title>
	<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm</link>
	<description>Temple, Religion, Vegetarian</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 12:13:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2</generator>

	<item>
		<title>By: hadi</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-223</link>
		<author>hadi</author>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 18:43:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-223</guid>
		<description>saya rasa kasih aja dalam bentuk uang aja, dimana pengurus nya lebih gampang mengurus in, harus di berikan kemana aja, thanks , omitofo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa kasih aja dalam bentuk uang aja, dimana pengurus nya lebih gampang mengurus in, harus di berikan kemana aja, thanks , omitofo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arianto tan</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-157</link>
		<author>arianto tan</author>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 15:50:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-157</guid>
		<description>Bapak dan Ibu ... saya mau tanya dimana mencari riwayat Buddha Chikung dari awal sampai menjadi buddha...makasih... OMITOFO</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak dan Ibu &#8230; saya mau tanya dimana mencari riwayat Buddha Chikung dari awal sampai menjadi buddha&#8230;makasih&#8230; OMITOFO</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-45</link>
		<author>admin</author>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 05:42:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-45</guid>
		<description>@ Liza :

Kalau sedang datang bulan sebaiknya TIDAK sembahyang Thi Kong &#38; Kwan Im, karena untuk sembahyang tsb (pakai hio) badan harus bersih. 
Kalau membaca doa (liam keng) masih boleh-lah.

Thank's atas pertanyaannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Liza :</p>
<p>Kalau sedang datang bulan sebaiknya TIDAK sembahyang Thi Kong &amp; Kwan Im, karena untuk sembahyang tsb (pakai hio) badan harus bersih.<br />
Kalau membaca doa (liam keng) masih boleh-lah.</p>
<p>Thank&#8217;s atas pertanyaannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: liza</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-41</link>
		<author>liza</author>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 15:47:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-41</guid>
		<description>saya mau bertanya apakah kalau lagi datang bulan (haid )boleh sembayang Tiekong (dewa langit) dan kwan im di rumah??dan apakah boleh membaca doa(niam keng)?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau bertanya apakah kalau lagi datang bulan (haid )boleh sembayang Tiekong (dewa langit) dan kwan im di rumah??dan apakah boleh membaca doa(niam keng)?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-35</link>
		<author>admin</author>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 13:45:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-35</guid>
		<description>@ Sandy Tjhin :

Sebenarnya jawaban pertanyaan ini telah kami sampaikan pada mid-September 07. Tapi karena server kami sedang down pada tgl 23 Sept 07, shg jawaban tsb hilang. Sekarang kami tuliskan kembali jawabannya.

Membawa buah2-an dan bunga merupakan PERWUJUDAN dari rasa HORMAT kita kepada para Buddha, Bodhisatva &#38; Dewa/i. { Seperti jika menghormati orangtua kita, mewujudkannya dengan a.l.: memberi salam kpd ortu, pamit kpd ortu jika hendak bepergian, jika mampu; membelikan sesuatu kepada ortu atau memenuhi kebutuhannya, dll }.

Namun buah &#38; bunga ini TIDAK merupakan keharusan. Jika kita mampu boleh membelinya, setelah sembahyang buah tsb boleh dibawa pulang untuk dimakan (CIA PENG AN), sedangkan bunga boleh dibawa pulang untuk mandi. Jika tidak mampu juga tidak apa-apa, yang terpenting kita membawa HATI yang TULUS untuk menghormati dan sembahyang kepada para Buddha, Bodhisatva &#38; Dewa/i.

Selain itu Bunga memiliki arti ketidak-kekalan. Seperti pepatah China yang mengatakan 花無百日紅 (Hua Wu Bai Ri Hong), yang berarti : Bunga tidak akan mekar/wangi/indah selamanya. Suatu hari nanti ia akan layu/rusak/mati. Sama seperti kita manusia, tidak akan sehat, muda, cantik, ganteng selamanya, suatu hari pasti akan menjadi tua/keriput/sakit dan akhirnya mati. Maka mumpung kita masih sehat, berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga, teman, masyarakat, dst. Seperti bunga, walaupun umurnya sgt singkat, tapi ia telah memberikan keharuman yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Kita sbg manusia, walaupun hidup kita singkat, tapi isilah hidup ini dgn sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sehingga kelak sewaktu kita meninggalkan dunia fana ini, kita dapat meninggalkan nama harum, harum seperti bunga tsb.

Xie-xie atas pertanyaannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Sandy Tjhin :</p>
<p>Sebenarnya jawaban pertanyaan ini telah kami sampaikan pada mid-September 07. Tapi karena server kami sedang down pada tgl 23 Sept 07, shg jawaban tsb hilang. Sekarang kami tuliskan kembali jawabannya.</p>
<p>Membawa buah2-an dan bunga merupakan PERWUJUDAN dari rasa HORMAT kita kepada para Buddha, Bodhisatva &amp; Dewa/i. { Seperti jika menghormati orangtua kita, mewujudkannya dengan a.l.: memberi salam kpd ortu, pamit kpd ortu jika hendak bepergian, jika mampu; membelikan sesuatu kepada ortu atau memenuhi kebutuhannya, dll }.</p>
<p>Namun buah &amp; bunga ini TIDAK merupakan keharusan. Jika kita mampu boleh membelinya, setelah sembahyang buah tsb boleh dibawa pulang untuk dimakan (CIA PENG AN), sedangkan bunga boleh dibawa pulang untuk mandi. Jika tidak mampu juga tidak apa-apa, yang terpenting kita membawa HATI yang TULUS untuk menghormati dan sembahyang kepada para Buddha, Bodhisatva &amp; Dewa/i.</p>
<p>Selain itu Bunga memiliki arti ketidak-kekalan. Seperti pepatah China yang mengatakan 花無百日紅 (Hua Wu Bai Ri Hong), yang berarti : Bunga tidak akan mekar/wangi/indah selamanya. Suatu hari nanti ia akan layu/rusak/mati. Sama seperti kita manusia, tidak akan sehat, muda, cantik, ganteng selamanya, suatu hari pasti akan menjadi tua/keriput/sakit dan akhirnya mati. Maka mumpung kita masih sehat, berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga, teman, masyarakat, dst. Seperti bunga, walaupun umurnya sgt singkat, tapi ia telah memberikan keharuman yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Kita sbg manusia, walaupun hidup kita singkat, tapi isilah hidup ini dgn sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sehingga kelak sewaktu kita meninggalkan dunia fana ini, kita dapat meninggalkan nama harum, harum seperti bunga tsb.</p>
<p>Xie-xie atas pertanyaannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Noviandi</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-25</link>
		<author>Noviandi</author>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2007 14:00:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-25</guid>
		<description>saya rasa yang perlu dibawa untuk dipersembahkan adalah hati..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa yang perlu dibawa untuk dipersembahkan adalah hati..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lie Tjeng Yam</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-24</link>
		<author>Lie Tjeng Yam</author>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 04:43:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-24</guid>
		<description>Yth. Sandi Tjin, 
BUDHA dan seluruh dewa dan dewi tidak mewajibkan umatnya harus membawa buah2an atau apapun juga, yg penting adalah ketulusan, kebersihan dan kejujuran hati serta saling tolong dan perbuatan baik dalam keseharian, maka DEWI KWAN IM dan para Dewa akan menerima doa kita. Datangla ke Vihara dengan perasaan yg tulus dan tanpa paksaan diri, jika ada uang lebih dan tidak memberatkan belilah kembang sedap malam yg baru (hati2 ada juga yg jual kembang bekas *). Dewi Kwan Im menyukai wangi2an terutama kembang sedap malam. 
- Jika ada altar/mini altar Budha / Dewi Kwan Im / Kwan Kong atau dewa apa saja, jangan sekali2           menaruh buah durian dekat altar apalagi di Meja altar nya. 
- CIA CAY lah satu hari sebelum dan sesudah malam tgl 1 dan 15 penanggalan Imlek. Jika terlaksana   dengan baik, maka kita akan mendapatkan perasaan hati yg tenang dan yakin Dewi Kwan Im akan menyertai / menemani kita kemana saja ( dalam arti yg baik ).
   Cia Cay yg benar dalam ajaran Budha selain tidak memakan binatang dan produk turunannya,   tidak memakan Bawang Merah dan Bawang Putih, duren/durian diharamkan, juga tidak dibenarkan  memakan berbentuk binatang / daging meskipun bukan yg sesungguhnya, sebab Cia Cay itu haruslah lahir bathin, juga tidak berhubungan intim suami istri.

*) belilah kembang sedap malam yg masih panjang batangnya, jika sudah pendek jangan dibeli.
    jika kembang sudah dibeli potonglah batang bagian bawahnya yg bisa membedakan aslinya/
    barunya. 

Sudah 2 tahun ini setiap minggu saya datang dan thiam hio di vihara Kim Tek Ie / Jin De Juan ini pada minggu pertama sampai 7 kali minggu saya membawa kembang sedap malam (semua ini nasihat mpe Chikung lewat tangshin/loktung dari seorang teman). Setelah 7 minggu itulah saya mendapat cobaan yg cukup berat tapi selalu selamat dan mendapat pelajaran yg sangat berarti
bagi saya. Salah satu yg saya dapatkan sampai saat ini ialah rasa sabar dan nrima apa adanya yg dalam (pada hal saya tidak punya rasa sabar dan ketenangan bathin sebelumnya dan mudah tersinggung).
Sekian dulu mungkin pengalaman saya bisa membantu anda dalam beribadah. Terima kasih dan sampai jumpa di topic berikutnya. Jika ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini mohon maaf yg sebesar-besarnya.

Om Mani Padme hum Namo Lingkan Kuan She Yin Phu sa mo ho sa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Sandi Tjin,<br />
BUDHA dan seluruh dewa dan dewi tidak mewajibkan umatnya harus membawa buah2an atau apapun juga, yg penting adalah ketulusan, kebersihan dan kejujuran hati serta saling tolong dan perbuatan baik dalam keseharian, maka DEWI KWAN IM dan para Dewa akan menerima doa kita. Datangla ke Vihara dengan perasaan yg tulus dan tanpa paksaan diri, jika ada uang lebih dan tidak memberatkan belilah kembang sedap malam yg baru (hati2 ada juga yg jual kembang bekas *). Dewi Kwan Im menyukai wangi2an terutama kembang sedap malam.<br />
- Jika ada altar/mini altar Budha / Dewi Kwan Im / Kwan Kong atau dewa apa saja, jangan sekali2           menaruh buah durian dekat altar apalagi di Meja altar nya.<br />
- CIA CAY lah satu hari sebelum dan sesudah malam tgl 1 dan 15 penanggalan Imlek. Jika terlaksana   dengan baik, maka kita akan mendapatkan perasaan hati yg tenang dan yakin Dewi Kwan Im akan menyertai / menemani kita kemana saja ( dalam arti yg baik ).<br />
   Cia Cay yg benar dalam ajaran Budha selain tidak memakan binatang dan produk turunannya,   tidak memakan Bawang Merah dan Bawang Putih, duren/durian diharamkan, juga tidak dibenarkan  memakan berbentuk binatang / daging meskipun bukan yg sesungguhnya, sebab Cia Cay itu haruslah lahir bathin, juga tidak berhubungan intim suami istri.</p>
<p>*) belilah kembang sedap malam yg masih panjang batangnya, jika sudah pendek jangan dibeli.<br />
    jika kembang sudah dibeli potonglah batang bagian bawahnya yg bisa membedakan aslinya/<br />
    barunya. </p>
<p>Sudah 2 tahun ini setiap minggu saya datang dan thiam hio di vihara Kim Tek Ie / Jin De Juan ini pada minggu pertama sampai 7 kali minggu saya membawa kembang sedap malam (semua ini nasihat mpe Chikung lewat tangshin/loktung dari seorang teman). Setelah 7 minggu itulah saya mendapat cobaan yg cukup berat tapi selalu selamat dan mendapat pelajaran yg sangat berarti<br />
bagi saya. Salah satu yg saya dapatkan sampai saat ini ialah rasa sabar dan nrima apa adanya yg dalam (pada hal saya tidak punya rasa sabar dan ketenangan bathin sebelumnya dan mudah tersinggung).<br />
Sekian dulu mungkin pengalaman saya bisa membantu anda dalam beribadah. Terima kasih dan sampai jumpa di topic berikutnya. Jika ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini mohon maaf yg sebesar-besarnya.</p>
<p>Om Mani Padme hum Namo Lingkan Kuan She Yin Phu sa mo ho sa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sandi tjhin</title>
		<link>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-20</link>
		<author>sandi tjhin</author>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 04:49:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://jindeyuan.org/ghost-festival-cioko/index.htm#comment-20</guid>
		<description>Saya tergolong yang lumayan sering sembahyang sujud kepada Budha dan para dewa di vihara dharma bakti.Tetapi saya msh bingung apa yang perlu saya bawa ketika ingin melakukan persembahan buah2an atau bunga krn hampir setiap meja altar selalu ada  buah2an dan bunga.Apakah bisa di jelaskan fungsinya masing2?! Sebelumnya terima kasih atas balasannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tergolong yang lumayan sering sembahyang sujud kepada Budha dan para dewa di vihara dharma bakti.Tetapi saya msh bingung apa yang perlu saya bawa ketika ingin melakukan persembahan buah2an atau bunga krn hampir setiap meja altar selalu ada  buah2an dan bunga.Apakah bisa di jelaskan fungsinya masing2?! Sebelumnya terima kasih atas balasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
