Ghost Festival - Cioko
|
JADWAL UPACARA SEMBAHYANG CIOKO |
|
|
WIHARA DHARMA SAKTI |
|
|
Jl. Kemenangan III No. 13 |
|
|
Jakarta Barat |
|
|
Tanggal : 24 – 27 Agustus 2007 |
|
| 24 Agustus 2007 : | 16.00 – 16.45 |
| Sembahyang mengundang Sang Buddha, dan para Dewa-Dewa lainnya untuk menghadiri Upacara dan memberkati para Umat. | |
| 25 Agustus 2007 : | 06.30 – 08.00 |
| Sembahyang mengundang Sang Buddha, Maha Raja Giok Ong, Maha Raja Yen Shen, Dewa Jen Shen, Dewa-Dewa lainnya untuk menghadiri upacara dan memberkati para umat. | |
| 09.00 – 10.00 | |
| Membaca Mantera Ti Chang Ching Jilid 1, dan pelimpahan jasa. | |
| 10.30 – 11.30 | |
| Mempersembahkan 10 Sajian & Pelimpahan Jasa. | |
| 13.30 – 14.30 | |
| Membaca Mantera Ti Chang Ching Jilid 2, untuk para arwah dan pelimpahan jasa. | |
| 15.00 – 15.45 | |
| Upacara Persembahan | |
| 17.00 – 18.00 | |
| Menjamu Sang Buddha dan para Dewa. | |
| 26 Agustus 2007 : | 07.00 – 08.30 WIB |
| Membaca Mantera Ti Chang Ching Jilid 3, untuk para arwah dan pelimpahan jasa. | |
| 09.30 – 10.30 WIB | |
| Mempersembahkan 10 Sajian & Pelimpahan Jasa. | |
| 13.00 – 14.00 | |
| Membaca Mantera San Wei Shui Chan Jilid 1, untuk para arwah dan pelimpahan jasa. | |
| 15.00 – 16.00 | |
| Membaca Mantera San Wei Shui Chan Jilid 2, untuk para arwah dan pelimpahan jasa. | |
| 16.30 – 17.15 | |
| Upacara Persembahan | |
| 17.45 – 18.45 | |
| Membaca Mantera San Wei Shui Chan Jilid 3, untuk para arwah dan pelimpahan jasa. | |
| 18.45 – 19.15 | |
| Menjamu Sang Buddha dan para Dewa. | |
| 27 Agustus 2007 : | 07.00 – 08.00 |
| Mengundang Sang Buddha dan para Dewa. | |
| 09.00 – 10.00 | |
| Membaca Mantera Pu Men Phing , dan pelimpahan jasa. | |
| 10.30 – 11.30 | |
| Mempersembahkan 6 sajian dan Pelimpahan Jasa | |
| 14.30 – 15.00 | |
| Upacara Fan Yen | |
| 15.00 – 17.00 | |
| Upacara TERPENTING YEN KOU dimulai, dengan tujuan mengurangi atau memperingan karma para arwah dengan cara melimpahkan jasa-jasa kebajikan/ kebaikan kepada para arwah agar dapat selekasnya menuju Nirwana. | |
| 17.15 – 18.15 | |
| Mengantar keberangkatan perahu yang ditumpangi para arwah ke Nirwana. | |
| 18.30 – 19.00 | |
| Membaca mantera mengantar Sang Buddha, dan para Dewa kembali ke Nirwana. | |
|
SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA |
|
|
AMITABHA |
|
|
===== (UPACARA SELESAI) ===== |
|



Hari Raya Cioko, 中元節 Zhong Yuan Jie (Hok Kian: Tiong Gwan Cwe) diperingati setiap tahun pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek. Orang-orang pada umumnya juga menyebutnya sebagai Hari Raya Hantu (Ghost Festival). Namun tahukah kita, sebenarnya Ghost Festival ini mengandung makna yang amat mendalam ?
Ada sebuah Kitab Suci Budhis yang berjudul Yi Lan Pen Jing, di dalam Kitab tersebut ada tercatat sebuah peristiwa :
Pada zaman dulu, ada seorang Bikkhu yang bernama Maha Moggalana. Ia merupakan salah seorang dari 10 Murid Utama Sang Buddha Gautama. Maha Moggalana adalah murid Sang Buddha dengan kesaktian no. 1 (di bawah Sang Buddha).
Maha Moggalana pada suatu ketika, dengan mata bathinnya melihat ibunya yang telah meninggal dunia, berjalan bersama dengan sekelompok hantu kelaparan. Dengan maksud menolong ibunya, lalu ia mengisi nasi ke dalam sebuah mangkok, untuk memberi makan ibunya. Siapa nyana, begitu nasi akan disuapkan ke mulut ibunya, nasi tersebut berubah menjadi bara api yang panas membara. Maha Moggalana dengan menggunakan kesaktiannya mencoba berkali-kali, tapi setiap kali hendak masuk ke mulut ibunya, nasi tersebut berubah menjadi bara api.
Maha Moggalana terkejut luar biasa, lalu kembali dan melapor kepada Sang Buddha Sakyamuni. Sang Buddha berkata kepadanya: Dosa ibu kamu terlalu berat, hanya dengan kekuatan kamu 1 orang, tidak bisa membebaskan penderitaan ibu kamu !
Lalu Maha Moggalana berlutut di lantai, memohon kepada Sang Buddha sambil berlinang air mata : Mohon Buddha memberi petunjuk, bagaimana baru bisa menolong ibu saya agar terbebas dari lautan penderitaan, dan tidak bersama dengan para hantu kelaparan itu lagi ?
Sang Buddha menjawab : Mengenai hal ini, membutuhkan kekuatan para Bikkhu di 10 penjuru, begitu sampai Hari Raya Tiong Gwan Cwe ini, mewakili orang tua dari 7 generasi, dan orang tua sekarang yang berada dalam bencana /malapetaka, mempersiapkan bermacam-macam sayur dan buah-buahan, untuk dipersembahkan kepada Yang Berkebajikan di 10 penjuru, setiap orang berbuat kebajikan, di saat ini barulah bisa membebaskan penderitaan semua hantu kelaparan.
Setelah Maha Moggalana mendengarnya, lalu bertanya lagi : Semua orang yang berbakti, apakah boleh ikut serta dalam “Yi Lan Pen” ?
Sang Buddha menjawab : Sangat bagus ! Sangat bagus !
Ikut serta dalam Yi Lan Pen boleh membaca paritta Yi Lan Pen Jing. Agar orang tua yang dalam penderitaan bisa memperoleh keterbebasan. Oleh karena ini, pada hari dan menjelang Hari Raya Tiong Gwan Cwe banyak orang yang bervegetarian dan bersembahyang, mewakili orang tua yang telah meninggal, terbebas dari penderitaan.
Konon, pada Hari Raya Tiong Gwan Cwe, adalah hari di mana Pintu Gerbang Neraka dibuka !!! Untuk menghindari agar ayah ibu yang telah meninggal dunia tidak mengalami penderitaan Neraka, maka dilaksanakanlah sembahyang kepada roh-roh, dewa dan hantu secara besar-besaran, mengharap agar roh-roh halus jangan menganiaya ayah ibu yang telah meninggal tersebut.
Hari Raya Tiong Gwan Cwe, Hari Raya Ceng Beng, dan Hari Raya Tang Ce adalah 3 Hari Raya Hantu di kalangan kita orang-orang Tionghoa.
Di daerah-daerah & propinsi-propinsi di Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Macau, sangat menaruh perhatian kepada 3 Hari Raya ini. Apalagi pada Hari Raya Tiong Gwan Cwe ini, melaksanakan upacara sembahyang dengan sangat megah dan hikmat. Ini adalah perwujudan BAKTI kepada orang tua.
August 27th, 2007 at 11:49 am
Saya tergolong yang lumayan sering sembahyang sujud kepada Budha dan para dewa di vihara dharma bakti.Tetapi saya msh bingung apa yang perlu saya bawa ketika ingin melakukan persembahan buah2an atau bunga krn hampir setiap meja altar selalu ada buah2an dan bunga.Apakah bisa di jelaskan fungsinya masing2?! Sebelumnya terima kasih atas balasannya.
September 8th, 2007 at 11:43 am
Yth. Sandi Tjin,
BUDHA dan seluruh dewa dan dewi tidak mewajibkan umatnya harus membawa buah2an atau apapun juga, yg penting adalah ketulusan, kebersihan dan kejujuran hati serta saling tolong dan perbuatan baik dalam keseharian, maka DEWI KWAN IM dan para Dewa akan menerima doa kita. Datangla ke Vihara dengan perasaan yg tulus dan tanpa paksaan diri, jika ada uang lebih dan tidak memberatkan belilah kembang sedap malam yg baru (hati2 ada juga yg jual kembang bekas *). Dewi Kwan Im menyukai wangi2an terutama kembang sedap malam.
- Jika ada altar/mini altar Budha / Dewi Kwan Im / Kwan Kong atau dewa apa saja, jangan sekali2 menaruh buah durian dekat altar apalagi di Meja altar nya.
- CIA CAY lah satu hari sebelum dan sesudah malam tgl 1 dan 15 penanggalan Imlek. Jika terlaksana dengan baik, maka kita akan mendapatkan perasaan hati yg tenang dan yakin Dewi Kwan Im akan menyertai / menemani kita kemana saja ( dalam arti yg baik ).
Cia Cay yg benar dalam ajaran Budha selain tidak memakan binatang dan produk turunannya, tidak memakan Bawang Merah dan Bawang Putih, duren/durian diharamkan, juga tidak dibenarkan memakan berbentuk binatang / daging meskipun bukan yg sesungguhnya, sebab Cia Cay itu haruslah lahir bathin, juga tidak berhubungan intim suami istri.
*) belilah kembang sedap malam yg masih panjang batangnya, jika sudah pendek jangan dibeli.
jika kembang sudah dibeli potonglah batang bagian bawahnya yg bisa membedakan aslinya/
barunya.
Sudah 2 tahun ini setiap minggu saya datang dan thiam hio di vihara Kim Tek Ie / Jin De Juan ini pada minggu pertama sampai 7 kali minggu saya membawa kembang sedap malam (semua ini nasihat mpe Chikung lewat tangshin/loktung dari seorang teman). Setelah 7 minggu itulah saya mendapat cobaan yg cukup berat tapi selalu selamat dan mendapat pelajaran yg sangat berarti
bagi saya. Salah satu yg saya dapatkan sampai saat ini ialah rasa sabar dan nrima apa adanya yg dalam (pada hal saya tidak punya rasa sabar dan ketenangan bathin sebelumnya dan mudah tersinggung).
Sekian dulu mungkin pengalaman saya bisa membantu anda dalam beribadah. Terima kasih dan sampai jumpa di topic berikutnya. Jika ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini mohon maaf yg sebesar-besarnya.
Om Mani Padme hum Namo Lingkan Kuan She Yin Phu sa mo ho sa.
September 23rd, 2007 at 9:00 pm
saya rasa yang perlu dibawa untuk dipersembahkan adalah hati..
October 8th, 2007 at 8:45 pm
@ Sandy Tjhin :
Sebenarnya jawaban pertanyaan ini telah kami sampaikan pada mid-September 07. Tapi karena server kami sedang down pada tgl 23 Sept 07, shg jawaban tsb hilang. Sekarang kami tuliskan kembali jawabannya.
Membawa buah2-an dan bunga merupakan PERWUJUDAN dari rasa HORMAT kita kepada para Buddha, Bodhisatva & Dewa/i. { Seperti jika menghormati orangtua kita, mewujudkannya dengan a.l.: memberi salam kpd ortu, pamit kpd ortu jika hendak bepergian, jika mampu; membelikan sesuatu kepada ortu atau memenuhi kebutuhannya, dll }.
Namun buah & bunga ini TIDAK merupakan keharusan. Jika kita mampu boleh membelinya, setelah sembahyang buah tsb boleh dibawa pulang untuk dimakan (CIA PENG AN), sedangkan bunga boleh dibawa pulang untuk mandi. Jika tidak mampu juga tidak apa-apa, yang terpenting kita membawa HATI yang TULUS untuk menghormati dan sembahyang kepada para Buddha, Bodhisatva & Dewa/i.
Selain itu Bunga memiliki arti ketidak-kekalan. Seperti pepatah China yang mengatakan 花無百日紅 (Hua Wu Bai Ri Hong), yang berarti : Bunga tidak akan mekar/wangi/indah selamanya. Suatu hari nanti ia akan layu/rusak/mati. Sama seperti kita manusia, tidak akan sehat, muda, cantik, ganteng selamanya, suatu hari pasti akan menjadi tua/keriput/sakit dan akhirnya mati. Maka mumpung kita masih sehat, berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga, teman, masyarakat, dst. Seperti bunga, walaupun umurnya sgt singkat, tapi ia telah memberikan keharuman yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Kita sbg manusia, walaupun hidup kita singkat, tapi isilah hidup ini dgn sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sehingga kelak sewaktu kita meninggalkan dunia fana ini, kita dapat meninggalkan nama harum, harum seperti bunga tsb.
Xie-xie atas pertanyaannya.
October 29th, 2007 at 10:47 pm
saya mau bertanya apakah kalau lagi datang bulan (haid )boleh sembayang Tiekong (dewa langit) dan kwan im di rumah??dan apakah boleh membaca doa(niam keng)?
November 5th, 2007 at 12:42 pm
@ Liza :
Kalau sedang datang bulan sebaiknya TIDAK sembahyang Thi Kong & Kwan Im, karena untuk sembahyang tsb (pakai hio) badan harus bersih.
Kalau membaca doa (liam keng) masih boleh-lah.
Thank’s atas pertanyaannya.
February 24th, 2008 at 10:50 pm
Bapak dan Ibu … saya mau tanya dimana mencari riwayat Buddha Chikung dari awal sampai menjadi buddha…makasih… OMITOFO