|
Jauh
sebelum diperkenalkannya agama Buddha
pada akhir Dinasti Han
(tahun 25 - 228), Koan Im
Pho Sat telah dikenal di
Tiongkok purba dengan sebutan Pek
Ie Tai Su yaitu Dewi
berjubah putih yang welas asih.
Kemudian Beliau diketahui sebagai
perwujudan dari Buddha
Avalokitesvara.
Dalam perwujudannya
sebagai pria, Beliau disebut Koan
Sie Im Pho Sat. Didalam Sutra
Suddharma Pundarika Sutra (Biauw Hoat
Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33
perwujudan atau penjelmaan Koan
Im Pho Sat. Sedangkan
dalam Maha Karuna Dharani (Tay Pi
Ciu) ada 84 rupa yang berbeda
sebagai pengejawantahan Koan
Im Pho Sat sebagai
Bodhisatva yang mempunyai kekuasaan
besar. Altar utama di kuil Pho Jee Sie (Pho
To San) di persembahkan kepada Koan
Im Pho Sat dengan
perwujudannya sebagai Buddha Vairocana,
dan di sisi kiri/kanan berderet masing
ke-16 perujudan Beliau lainnya.
|

|
|

Dikenal
secara luas sebagai Dewi
Welas Asih, yang dipuja
tidak hanya terbatas di kalangan Budhis
saja, tetapi juga di kalangan Tao dan
semua lapisan masyarakat awam di
pelbagai negara terutama di benua
Asia.
Perwujudan
Beliau di altar utama Kim Tek Ie (lihat
gambar bawah) adalah sebagai King
Cee Koan Im (Koan Im
membawa Sutra memberi pelajaran Buddha
Dharma kepada umat manusia - lihat
gambar kanan atas). Disamping itu
terdapat wujud Koan Im Pho
Sat dalam Chien
Chiu Koan Im (Koan Im
Bertangan Seribu - lihat gambar kanan
bawah) sebagai perwujudan Beliau
yang selalu bersedia mengabulkan
permohonan perlindungan yang tulus dari
umat-Nya. Memang pada awalnya pada tahun
1650, kelenteng ini didirikan oleh
Luitnant Tiongkoa Kwee Hoen
untuk Koan Im Pho Sat
dengan nama Koan Im Teng
(Paviliun Koan Im).

|
Pendampingnya yang setia adalah Kim
Tong (Jejaka Emas) dan Giok Li
(Gadis Kumala), atau yang biasa disebut Sian
Cay & Liong Nio. Sebutan kepada
Beliau yang lengkap adalah Tay Cu
Tay Pi, Kiu Kho Kiu Lan, Kong Tay Ling
Kam, Koan Im Sie Im Pho Sat.
Chien Chiu Koan Im
(Koan Im Bertangan Seribu) atau kadang
disebut juga Chien Shou Chien Yen Koan
Im (Koan Im Bertangan Seribu &
Bermata Seribu) merupakan salah satu
bentuk Koan Im yang terkenal.
Masing-masing tangan menggenggam benda
pusaka keagamaan, antara lain bunga dan
senjata penakluk iblis.
Dalam legenda dikisahkan, pada waktu
beliau sedang dalam meditasi dan
merenungkan tugasnya untuk menyelamatkan
umat manusia, kepalanya tiba-tiba
terbelah menjadi seribu keping, tepat
pada saat beliau menyadari betapa berat
dan besarnya hal yang dilakukan itu.
Buddha Amitabha sebagai pembibingnya
cepat datang untuk menolong dan
menghidupkan kembali Koan Im, serta
memberikan kesaktian untuk berubah
menjadi bentuk kepala seribu, mata
seribu dan tangan seribu.
Di Kelenteng Pu Ning Si, Cheng De,
Tiongkok Utara, yang terletak di dalam
komplek Istana Kekaisaran untuk
persinggahan musim panas, terdapat
sebuah pratima Koan Im bertangan seribu
yang terbuat dari pahatan kayu, yang
merupakan pratima kayu terbesar di dunia.
Patung ini tingginya 22 meter dan dibuat
pada tahun 1755.
|