Makna Li Chun 2009
Hari Senin, tanggal 26 Januari 2009 ini kita merayakan Tahun Baru Imlek yang ke 2560 (hitungan tahun berdasarkan kelahiran Nabi Khong Hu Cu). Orang pada umumnya mengatakan bahwa pada saat Tahun Baru Imlek tersebut merupakan pergantian lambang Shio dari tahun Tikus ke tahun Kerbau.
Namun berdasarkan Ilmu Astrologi China yang lebih bisa dipertanggung-jawabkan, pergantian periode Shio dilakukan dengan berpedoman pada siklus Matahari terhadap Bumi, saat masuk ke periode Li Chun (Awal Musim Semi). Tahun 2009 ini Li Chun jatuh pada tanggal 4 Februari 2009, tepatnya pk. 00.50.
立春 Li Chun adalah Awal Musim Semi, yang Pertama dari 24 節氣 Jie Qi (suatu hari yang menyatakan suatu bagian dari 24 bagian tahun Matahari dalam penanggalan Tiongkok/Imlek).
Li Chun ini bagi masyarakat umum bermanfaat untuk menentukan Shio Lahir Yang Tepat bagi seseorang. Selama ini orang menganggap Shio Lahir seseorang adalah berdasarkan pergantian periode Shio pada saat Tahun Baru Imlek.
Contoh :
- Anak yang lahir setelah Tahun Baru Imlek (tanggal 26 Januari 2009), tapi masih belum lewat Li Chun (tahun 2009 ini adalah tanggal 4 Februari 2009 pk. 00.50), masih termasuk Shio Tikus.
-Anak yang lahir setelah tanggal 4 Februari 2009 pk. 00.50 termasuk Shio Kerbau.
Jadi pergantian Shio kelahiran bukan terjadi pada saat perayaan 陰曆新年 Yin Li Xin Nian (Tahun Baru Imlek), melainkan pada saat Li Chun, awal siklus musim semi. Sistem kalender demikian menggunakan sistem penanggalan 夏 Xia yang telah digunakan sejak lebih dari 4.200 (empat ribu dua ratus) tahun yang lalu, tepatnya tahun 2.205 SM. Almanak Xia ini melakukan penyesuaian siklus Bulan dengan sistem Tata Surya/ Matahari terhadap Bumi, sehingga menghasilkan analisa yang lebih akurat.
Tahun 2009 Kerbau Api – Imlek 2560 – Ji Chou Nian
Tahun 2009 atau Tahun Kerbau disebut sebagai Tahun 己丑年 Ji Chou Nian dengan analisa & rincian sebagai berikut:
- Ji adalah Siklus Keenam dari rumusan 天干 Tian Gan (Batang Langit), mewakili elemen yang berunsur Tanah Negatif.
- Chou adalah Siklus Kedua dari rumusan 地支 Di Zi (Cabang Bumi), mewakili unsur Tanah Negatif, atau dilambangkan sebagai Kerbau.
Tahun Ji Chou (2009) oleh sebagian orang disebut sebagai Tahun Kerbau Tanah. Penjabaran ini diambil dari pembacaan secara terpisah terhadap rumusan Tian Gan & Di Zi. Sedangkan untuk penjabaran yang lebih komplek, berdasarkan konsep 風水 Feng Shui {Hong Sui} klasik yang terangkum dalam rumusan 六十化甲 Liu Shi Hua Jia (60 Konsep Penggabungan Tian Gan & Di Zi), maka gabungan Ji yang berunsur Tanah & Chou yang juga berunsur Tanah akan menghasilkan unsur alam yang seharusnya, yaitu Api Negatif. Jadi Tahun 2009 lebih tepat disebut sebagai Tahun Kerbau Api.
Konsep Liu Shi Hua Jia ini telah digunakan sejak Dinasti Xia (2.205 SM – 1.766 SM), jadi kebenarannya untuk menganalisis sifat & perubahan alam telah teruji oleh perjalanan sang waktu.
Tahun 2009 ada Lun Gwe (Bulan Ganda)
Sistem Kalender 陰曆 Yin Li {Hok Kian = Imlek} adalah berpedoman pada siklus Bulan, maka setiap bulan tanggal 15 Imlek kita pasti akan melihat bulan purnama. Walaupun berdasarkan pada siklus Bulan, Kalender Imlek juga melakukan penyesuaian dengan siklus Matahari. Karena dalam 1 (satu) tahun Bumi mengelilingi Matahari dalam 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, sementara Bulan mengelilingi Bumi dalam 1 (satu) tahun adalah 354 sampai 355 hari. Jadi ada selisih waktu sekitar 10 sampai 11 hari.
Selisih waktu ini harus diperhitungkan, karena Sistem Bulan (Penanggalan Lunar) tidak dapat mengatur siklus musim yang terjadi di Bumi. Sedangkan pergerakan siklus musim dipengaruhi oleh posisi Matahari terhadap Bumi. Oleh karena itu berlaku sebagai berikut :
- Musim semi terjadi di awal bulan Februari sampai April.
- Musim panas terjadi di bulan Mei sampai Juli.
- Musim gugur di bulan Agustus sampai Oktober.
- Musim dingin di bulan Nopember sampai Januari.
Selisih waktu dari Sistem Bulan dengan Sistem Matahari disesuaikan dengan konsep 閏月 Run Yue {Hok Kian = Lun Gwe}, yaitu mekanisme penyisipan bulan ke-13 yang terjadi 7 X (tujuh kali) dalam kurun waktu 19 tahun. Koreksi atau penyisipan ini membuat jatuhnya awal Tahun Baru Imlek selalu berada dalam rentang waktu antara 21 Januari – 19 Februari, tidak bergeser maju terus seperti halnya Hari Raya Idul Fitri atau Tahun Baru Hijriyah (tahun 2000 umat Islam di dunia merayakan Idul Fitri 2X, yaitu 8 Januari 2000 & 27 Desember 2000).
Melalui mekanisme Lun Gwe ini, maka pada tahun-tahun tertentu, Kalender Imlek memiliki bulan ganda, antara lain :
- Tahun 2004 terdapat bulan ganda di bulan 2 Imlek {Lun Ji Gwe}.
- Tahun 2006 terdapat bulan ganda di bulan 7 Imlek {Lun Cit Gwe}.
- Tahun 2009 terdapat bulan ganda di bulan 5 Imlek {Lun Go Gwe}.
- Tahun 2012 terdapat bulan ganda di bulan 4 Imlek {Lun Si Gwe}
Jadi pada tahun 2009 ini akan terjadi Lun Gwe (bulan ganda), dimana bulan ke-5 Kalender Imlek akan berlangsung 2X.
Dengan adanya penyesuaian melalui mekanisme Lun Gwe ini, maka Kalender Imlek lebih tepat disebut sebagai Kalender 陰陽曆Yin Yang Li {Im Yang Lek = Sistem Lunisolar}.
Lun Gwe (Bulan Ganda) Adalah Bulan Pantangan
Ada kebiasaan dalam adat istiadat orang Tionghoa bahwa Lun Gwe adalah “Bulan Kosong” yang tidak baik untuk melakukan kegiatan-kegiatan penting, misalnya melangsungkan pesta pernikahan, lamaran, membangun rumah, atau membuka usaha. Sebab siklus waktu di bulan Lun hanya sebagai waktu tambahan, bersifat semu atau tidak stabil.
Selain itu, orang Tionghoa juga mempunyai pantangan pada waktu Cit Gwe (bulan ke-7 Imlek); dimana bulan tersebut digunakan untuk sembahyang arwah juga mendoakan leluhur, dengan harapan agar arwah-arwah yang masih penasaran bisa tenang di alam baka. Kebiasaan ini identik dengan adat Jawa yang menganggap bulan Suro/Muharam sebagai waktu yang tidak baik untuk pernikahan, membangun rumah atau pindahan.
O
—oooOOOooo—
O

Menteri Perdagangan Ibu Mari Elka Pangestu bersama rombongan berkunjung ke Kelenteng Kim Tek Ie pada Hari Sabtu, 17 Januari 2009.