Archive for December, 2008

O Mi To Hud – Buddha Dengan Terang Tiada Tara

Tuesday, December 30th, 2008

O Mi To Hud – Buddha Dengan Terang Tiada Tara

    Memperbincangkan nama 阿彌陀佛A Mi Tuo Fo {Hok Kian = O Mi To Hud} di kalangan Buddhis, jika ada umat Buddha yang tidak pernah mendengar namanya, itu sungguh-sungguh …… “Omitohud !” (bahasa Jakarta : Kebangetan!) Dari hal ini dapat diketahui bahwa banyak umat Buddha yang bisa menyebut A Mi Tuo Fo (Buddha Amitabha) dengan fasih & lancar. Namun, orang yang sungguh-sungguh mengerti & memahami maknanya, dikhawatirkan tidak banyak.

    A Mi Tuo Fo adalah Buddha yang merintis Dunia Sukhawati Barat. Nama Sansekerta dari A Mi Tuo Fo adalah Buddha Amitabha, yang bermakna : Terang Yang Tiada Tara, Usia Yang Tidak Terbatas. Buddha Amitabha kecemerlangannya tiada tara, umurnya tidak ada batas, sehingga disebut pula 無量光佛 Wu Liang Guang Fo (Buddha Dengan Terang Tiada Tara), 無數壽佛 Wu Shu Shou Fo (Buddha Yang Usianya Tanpa Batas). Hari lahir (Se Jit) A Mi Tuo Fo diperingati setiap tanggal 17 bulan 11 Imlek.

    Di dalam Kelenteng, seperti di 金德院 Jin De Yuan {Kim Tek Ie} ini, Buddha Amitabha ditampilkan bersama dengan 釋迦牟尼佛Shi Jia Mou Ni Fo {Hok Kian = Sek Ka Mo Ni Hud} Buddha Sakyamuni, & 藥師佛Yao Shi Fo {Yok Su Hud} Buddha Bhaisajya Guru. Mereka bertiga disebut 三尊大佛 San Zun Da Fo {Sam Cun Tai Hud } atau lebih terkenal dengan sebutan 三寶佛 San Bao Fo {Sam Po Hud } atau Tri Ratna Buddha.

    Seperti kita ketahui dalam Buddhisme yang disebut Tri Ratna adalah 佛Buddha, 法 Dharma & 僧 Sangha. Buddha adalah orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna, Dharma adalah ajaran-ajaran suci Sang Buddha, & Sangha adalah persaudaraan suci para Bhikkhu/Bhikkhuni. Dalam Bahasa Mandarin, Buddha disebut sebagai 佛寳 Fo Bao, Dharma disebut sebagai 法寶Fa Bao, & Sangha disebut 僧寳 Seng Bao. Ketiganya secara bersama disebut 三寶 San Bao (Sansekerta = Tri Ratna). San Bao ini dalam Khasanah Dewata Buddhisme Tionghoa dipersonifikasikan dengan 3 (tiga) tokoh, yaitu : Shi Jia Mou Ni Fo sebagai Fo Bao, A Mi Tuo Fo sebagai Fa Bao, & Yao Shi Fo sebagai Seng Bao.

    Berdasarkan Kitab Agama Buddha 無量壽經 ada tercatat sebagai berikut : Pada beberapa kalpa kehidupan yang lampau, ada seorang Raja yang bernama 法藏比丘 Fa Chang Bi Qiu. Beliau meneguhkan niat suci, melepaskan kedudukan sebagai Raja & menjadi Bhikkhu dengan nama Dharmakarsa. Diilhami khotbah Sang Buddha pada masa itu, Lokesvaraja Buddha, yang mengajarkan kepadanya Jalan Penerangan Sempurna sejak berabad-abad lampau. Dharmakarsa lalu menegakkan 48 ikrar untuk menyelamatkan mahluk-mahluk yang menderita. Setelah melewati 5 kalpa kehidupan, beliau memperoleh Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha Amitabha.

    Beliau merintis Dunia Sukawati Barat (Taman Firdaus). Mahluk-mahluk yang menderita akan dibimbing ke Dunia Sukawati jika mereka dengan segenap ketulusan hati menyebutkan berulang kali 南無阿彌陀佛 Nan Wu A Mi Tuo Fo (Sansekerta = Namo Amitabha Buddha) yang berarti : “Saya berlindung kepada Buddha Amitabha”.

    Tentu saja bukan hanya sekedar mulut mengucapkan doa kepada Buddha, lalu bisa terlahir di Tanah Suci. Dalam Kitab A Mi Tuo Jing ada tertulis : 不可以少善根福德因緣,得生彼國. Yang berarti : Kalau seseorang tidak baik hati, tidak berbuat amal kebajikan & menolong orang, walaupun mengucapkan doa seberapa banyak, juga tidak dapat terlahir di Dunia Sukawati Barat. Jadi yang terpenting adalah kita banyak berdoa kepada Buddha, & banyak berbuat amal kebajikan sesuai kemampuan kita.

    Buddha Amitabha bersama dengan 觀世音菩薩 Guan Shi Yin Pu Sa {Kwan Se Im Pho Sat } dan 大勢至菩薩Da Shi Zhi Pu Sa {Tay Si Ci Pho Sat } < Guan Shi Yin Pu Sa & Da Shi Zhi Pu Sa melambangkan welas asih & kearifan > , bertiga terkenal dengan sebutan 西方三聖 Xi Fang San Sheng {Se Hong Sam Seng }, yang berarti Tri Suci dari Alam Barat.

O

—oooOOOooo—

O