Archive for September, 2008

Thai Yin Niang – Dewi Bulan

Thursday, September 25th, 2008

Thai Yin Niang – Dewi Bulan

Hari Raya Zhong Qiu {Hok Kian = Tiong Ciu} yang diperingati setiap tahun pada bulan 8 tanggal 15 Imlek {Peh Gwe Cap Go}, dianggap sebagai hari lahirnya Dewi Bulan. Umumnya rakyat bersembahyang dengan menyediakan sebuah meja kecil di halaman rumah pada saat bulan purnama, dengan menyajikan buah-buahan, bunga segar & tak lupa kue bulan.

Pemujaan terhadap matahari & bulan telah ada sejak zaman purba, & tidak hanya dilakukan oleh bangsa Tiongkok saja. Pemujaan ini termasuk pemujaan kenegaraan di mana para pegawai kerajaan bersujud & menyediakan sesaji ke hadapan Dewa Matahari. Sedangkan pemujaan terhadap Dewi Bulan diadakan bertepatan dengan pesta panen saat bulan purnamanya, yaitu bulan 8 tanggal 15 Imlek. Pada saat ini biasanya orang-orang bersama keluarganya menyalakan Hio & bersujud kepada Dewi Bulan di halaman rumah mereka.

日神 Ri Shen {Jit Sin}, Dewa Matahari dikenal juga dengan nama 太陽帝君 Tai Yang Di Jun (disingkat 太陽公 Tai Yang Gong). 月神 Yue Shen {Gwat Sin} Dewi Bulan sering disebut juga 太陰皇金 Tai Yin Huang Jin (太陰娘 Tai Yin Niang) atau 月府嫦娥 Yue Fu Chang E (Chang E dari Istana Bulan).

Tai Yang Di Jun yang terkenal dengan nama Hou Yi adalah seorang pemanah ulung. Dikisahkan pada masa itu adalah tahun XII pemerintahan Kaisar Yao (2346 SM). Bencana besar sedang menimpa negerinya, kekeringan menghancurkan seluruh lahan pertanian sehingga kelaparan terjadi di mana-mana. Malapetaka itu disebabkan karena ada 10 matahari yang muncul bersama-sama di angkasa. Konon ke-10 matahari tersebut adalah putra-putri Dong Hua Di Zun {Tong Hua Tek Kun}, yaitu Dewa Penguasa Langit Timur.

Karena tidak dapat mentolelir lagi ulah putra-putrinya, & juga karena doa-doa permohonan yang terus menerus dilakukan oleh Kaisar Yao, Dong Hua Di Jun merasa perlu bertindak untuk menghentikan perbuatan mereka. Ia lalu memanggil Hou Yi, seorang malaikat sakti, untuk turun ke dunia. Tapi ia berpesan supaya putra-putranya itu diberi pelajaran saja, jangan sampai dibunuh. Hou Yi lalu turun ke dunia bersama istrinya, Chang E {Siang Go}, seorang dewi yang cantik jelita.

Hou Yi lalu menemui Kaisar Yao. Melihat keadaan dunia yang kacau pada waktu itu, Hou Yi sangat marah. Tanpa menghiraukan pesan Dong Hua Di Jun, dipanahnya matahari itu satu per satu, & akhirnya hanya tinggal satu saja. Melihat Hou Yi tidak menuruti perintahnya, Dong Hua Di Jun merasa kesal. Sejak itu Hou Yi tidak bisa kembali ke langit lagi. Walaupun demikian Hou Yi masih terus melanjutkan usahanya menyelamatkan rakyat dari malapetaka dengan membasmi berbagai macam binatang buas & aneh yang mengganggu rakyat. Karena kegagahan & keberaniannya ini, menjadikan Hou Yi dipuja sebagai pahlawan.

Chang E karena perbuatan Hou Yi ini, tidak dapat kembali ke langit untuk menjadi Dewi. Ia menjadi amat kesal. Sejak itu hubungannya dengan Hou Yi menjadi dingin & renggang.

Pada suatu hari Hou Yi pergi ke Gunung Kun Lun Shan menemui Xi Wang Mu (Dewi Penguasa Langit Barat) untuk meminta obat hidup abadi. Xi Wang Mu mengabulkan permintaannya. Hou Yi amat gembira, sebab dengan obat tersebut ia berkesempatan untuk menjadi dewa lagi.

Pada suatu hari sewaktu Hou Yi tidak ada di rumah, Chang E melihat seberkas sinar putih yang menyorot turun dari sebuah tiang penyangga atap, bersamaan dengan itu bau harum semerbak memenuhi ruangan. Dengan tangga, dicarinya sumber cahaya & bau harum tersebut. Chang E menemukan obat hidup abadi yang disimpan Hou Yi. Tanpa pikir panjang ditelannya obat itu. Lalu ia merasa badannya menjadi ringan dan dapat melayang di angkasa. Malam itu bulan bersinar amat terang. Chang E terus terbang melayang kearah bulan tersebut, dan tinggal di sana.

Istana rembulan di luar dugaan Chang E, ternyata sangat sunyi. Di sana hanya ada seekor kelinci yang tak pernah berhenti menumbuk obat di lumpang & sebatang pohon kayu manis. Chang E amat kesepian, tapi ia tak bisa turun ke dunia & bertemu suaminya lagi. Ia merasa menyesal & mulai mengenang kebaikan suaminya. Chang E tinggal selamanya di bulan & menjadi lambang Yin (unsur negatif / wanita).

Hou Yi ketika menyadari bahwa obat kekal abadinya telah dicuri istrinya, lalu mengejar ke angkasa. Tapi angin topan membawanya terhampar di atas sebuah gunung. Di puncak gunung itu terdapat sebuah istana yang dihuni Dong Wang Gong (Dong Hua Di Jun). “Tak usah kau resah. Sekarang istrimu telah menjadi dewi di bulan. & kamu sendiri karena kegagahan & keberanianmu pantas untuk menjadi dewa. Untukmu telah disiapkan sebuah istana di matahari untuk menjadi tempat tinggalmu. Sejak sekarang Yang & Yin akan bersatu selamanya”, kata Dong Wang Gong. Lalu ia memberi sebuah kue & sebuah jimat yang bisa menyebabkan Hou Yi tahan terhadap dinginnya bulan bila datang mengunjungi Chang E.

Di bulan, ia melihat Chang E sedang termenung kesepian. Hou Yi mengatakan bahwa ia tidak akan mempersoalkan masalah pencurian obat, karena keduanya sekarang sudah menjadi dewa. Di bulan, Hou Yi mendirikan sebuah Istana Guang Han Gong (Istana Kesejukan Abadi) untuk tempat tinggal Chang E.

Sejak itulah Dewa Matahari & Dewi Bulan mempunyai wilayah masing-masing.

Kaisar Yao kemudian mengangkat Hou Yi menjadi Zhong Bu Shen, yaitu Malaikat yang bertugas menghindarkan penduduk dari bencana alam & musibah lain. Lama-kelamaan Zhong Bu Shen dianggap pelindung rumah tangga & mampu menguasai roh-roh jahat & menolak bala. Gambarnya dipasang di rumah-rumah penduduk. Jadi Hou Yi dianggap sebagai Tai Yang Gong (Dewa Matahari), juga disebut sebagai Zhong Bu Shen. Sedangkan Chang E disebut sebagai Tai Yin Niang (Dewi Bulan).

Hari ulang tahun Tai Yang Gong diperingati setiap tanggal 19 bulan 3 Imlek. Sinar matahari dianggap sebagai lambang Ming (terang) & panasnya dianggap sebagai lambang Zhu (merah). Dengan memuja Tai Yang Gong berarti rakyat tetap mengenang Dinasti Ming dengan Kaisarnya dari keluarga Zhu.

Pemujaan terhadap bulan & matahari ini hanyalah sebagai penghormatan terhadap keduanya, jarang diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar. Umumnya orang-orang menghadap ke arah matahari & bulan pada saat bersembahyang, jarang ada kelenteng yang didirikan untuk mereka.

Di Tainan (Taiwan Selatan) hanya ada sebuah kelenteng yang terdapat arca Dewa Matahari & Dewi Rembulan, yaitu di Kelenteng San Guan Tang. Di Singapura, di Kelenteng Giok Hong Tian terdapat arca Tai Yang Gong & Tai Yin Niang yang diletakkan di sisi kanan & kiri altar utama Yu Huang Da Di. Di kelenteng Guan Yin Tang, Jl. Telok Blangah Drive, Singapura, juga terdapat arca Tai Yang Gong & Tai Yin Niang.

O
—oooOOOooo—
O

change.jpg