Moon Cake Festival - Chang E Ke Bulan
Tuesday, September 18th, 2007Setiap malam Bulan Purnama, di mana sinar bulan terlihat sangat terang, samar-samar terlihat seekor kelinci. Bagaimanakah sehingga kelinci tersebut bisa ada di bulan?
Alkisah, pada zaman dulu ada seorang ahli panah yang bernama Hou Yi. Tidak hanya tenaganya yang besar, memanahnya juga sangat tepat. Sekali ia memanah, meskipun hanya seekor burung kecil yang terbang dan lewat di depannya, langsung dapat memanah burung tersebut hingga jatuh.
Untuk menolong orang banyak, Hou Yi pernah membasmi sangat banyak binatang buas & hewan liar, sehingga ia menjadi pahlawan di dalam hati setiap orang.
Karena hal ini, Ibunda Raja Xi Wang Mu yang tinggal di Gunung Khun Lun memberikan semacam obat panjang usia & awet muda kepada Hou Yi. Seseorang jika memakan obat ini, tak hanya tidak akan mengalami kematian, bahkan bisa terbang ke angkasa.
Setelah Hou Yi mendapatkan pujian dan juga dihormati orang banyak, juga telah memperoleh obat untuk hidup kekal abadi, secara logika, seharusnya dia merasa puas. Tapi ia tidak hanya tak merasa puas, bahkan sebaliknya ia menjadi sombong dan sewenang-wenang.
Istrinya yang bernama Chang E, berpikir dalam hati: jika membiarkan suaminya memakan obat kekal abadi ini, maka orang-orang akan menderita luar biasa. Maka pada suatu malam, Chang E dengan sembunyi-sembunyi memakan obat tersebut.
Setelah Chang E memakan obat tersebut, tiba-tiba tubuhnya menjadi ringan dan bisa terbang, ia terbang ke luar jendela, semakin terbang semakin tinggi. Di luar adalah pinggiran kota yang berwarna putih keperakan, angkasa penuh bintang yang berwarna biru tua, di langit ada sebuah bulan yang terang. Chang E terus terbang sampai ke bulan, sejak itu ia tinggal di sana selamanya. Yang menemani Chang E di bulan adalah seekor kelinci putih.
Chang E kemudian dihormati sebagai Dewi Bulan.
