Archive for August, 2007

Ghost Festival – Cioko

Wednesday, August 22nd, 2007

JADWAL UPACARA SEMBAHYANG CIOKO

WIHARA DHARMA SAKTI

Jl. Kemenangan III No. 13

Jakarta Barat

Tanggal : 24 – 27 Agustus 2007

24 Agustus 2007 : 16.00 – 16.45
Sembahyang mengundang Sang Buddha, dan para Dewa-Dewa lainnya untuk menghadiri Upacara dan memberkati para Umat.
25 Agustus 2007 : 06.30 – 08.00
Sembahyang mengundang Sang Buddha, Maha Raja Giok Ong, Maha Raja Yen Shen, Dewa Jen Shen, Dewa-Dewa lainnya untuk menghadiri upacara dan memberkati para umat.
09.00 – 10.00
Membaca Mantera Ti Chang Ching Jilid 1, dan pelimpahan jasa.
10.30 – 11.30
Mempersembahkan 10 Sajian & Pelimpahan Jasa.
13.30 – 14.30
Membaca Mantera Ti Chang Ching Jilid 2, untuk para arwah dan pelimpahan jasa.
15.00 – 15.45
Upacara Persembahan
17.00 – 18.00
Menjamu Sang Buddha dan para Dewa.
26 Agustus 2007 : 07.00 – 08.30 WIB
Membaca Mantera Ti Chang Ching Jilid 3, untuk para arwah dan pelimpahan jasa.
09.30 – 10.30 WIB
Mempersembahkan 10 Sajian & Pelimpahan Jasa.
13.00 – 14.00
Membaca Mantera San Wei Shui Chan Jilid 1, untuk para arwah dan pelimpahan jasa.
15.00 – 16.00
Membaca Mantera San Wei Shui Chan Jilid 2, untuk para arwah dan pelimpahan jasa.
16.30 – 17.15
Upacara Persembahan
17.45 – 18.45
Membaca Mantera San Wei Shui Chan Jilid 3, untuk para arwah dan pelimpahan jasa.
18.45 – 19.15
Menjamu Sang Buddha dan para Dewa.
27 Agustus 2007 : 07.00 – 08.00
Mengundang Sang Buddha dan para Dewa.
09.00 – 10.00
Membaca Mantera Pu Men Phing , dan pelimpahan jasa.
10.30 – 11.30
Mempersembahkan 6 sajian dan Pelimpahan Jasa
14.30 – 15.00
Upacara Fan Yen
15.00 – 17.00
Upacara TERPENTING YEN KOU dimulai, dengan tujuan mengurangi atau memperingan karma para arwah dengan cara melimpahkan jasa-jasa kebajikan/ kebaikan kepada para arwah agar dapat selekasnya menuju Nirwana.
17.15 – 18.15
Mengantar keberangkatan perahu yang ditumpangi para arwah ke Nirwana.
18.30 – 19.00
Membaca mantera mengantar Sang Buddha, dan para Dewa kembali ke Nirwana.

SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA

AMITABHA

===== (UPACARA SELESAI) =====

Kim Tek Ie - Ghost Festival

Kim Tek Ie - Ghost Festival

Kim Tek Ie - Ghost Festival

Hari Raya Cioko, 中元節 Zhong Yuan Jie (Hok Kian: Tiong Gwan Cwe) diperingati setiap tahun pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek. Orang-orang pada umumnya juga menyebutnya sebagai Hari Raya Hantu (Ghost Festival). Namun tahukah kita, sebenarnya Ghost Festival ini mengandung makna yang amat mendalam ?

Ada sebuah Kitab Suci Budhis yang berjudul Yi Lan Pen Jing, di dalam Kitab tersebut ada tercatat sebuah peristiwa :

Pada zaman dulu, ada seorang Bikkhu yang bernama Maha Moggalana. Ia merupakan salah seorang dari 10 Murid Utama Sang Buddha Gautama. Maha Moggalana adalah murid Sang Buddha dengan kesaktian no. 1 (di bawah Sang Buddha).

Maha Moggalana pada suatu ketika, dengan mata bathinnya melihat ibunya yang telah meninggal dunia, berjalan bersama dengan sekelompok hantu kelaparan. Dengan maksud menolong ibunya, lalu ia mengisi nasi ke dalam sebuah mangkok, untuk memberi makan ibunya. Siapa nyana, begitu nasi akan disuapkan ke mulut ibunya, nasi tersebut berubah menjadi bara api yang panas membara. Maha Moggalana dengan menggunakan kesaktiannya mencoba berkali-kali, tapi setiap kali hendak masuk ke mulut ibunya, nasi tersebut berubah menjadi bara api.

Maha Moggalana terkejut luar biasa, lalu kembali dan melapor kepada Sang Buddha Sakyamuni. Sang Buddha berkata kepadanya: Dosa ibu kamu terlalu berat, hanya dengan kekuatan kamu 1 orang, tidak bisa membebaskan penderitaan ibu kamu !

Lalu Maha Moggalana berlutut di lantai, memohon kepada Sang Buddha sambil berlinang air mata : Mohon Buddha memberi petunjuk, bagaimana baru bisa menolong ibu saya agar terbebas dari lautan penderitaan, dan tidak bersama dengan para hantu kelaparan itu lagi ?

Sang Buddha menjawab : Mengenai hal ini, membutuhkan kekuatan para Bikkhu di 10 penjuru, begitu sampai Hari Raya Tiong Gwan Cwe ini, mewakili orang tua dari 7 generasi, dan orang tua sekarang yang berada dalam bencana /malapetaka, mempersiapkan bermacam-macam sayur dan buah-buahan, untuk dipersembahkan kepada Yang Berkebajikan di 10 penjuru, setiap orang berbuat kebajikan, di saat ini barulah bisa membebaskan penderitaan semua hantu kelaparan.

Setelah Maha Moggalana mendengarnya, lalu bertanya lagi : Semua orang yang berbakti, apakah boleh ikut serta dalam “Yi Lan Pen” ?

Sang Buddha menjawab : Sangat bagus ! Sangat bagus !

Ikut serta dalam Yi Lan Pen boleh membaca paritta Yi Lan Pen Jing. Agar orang tua yang dalam penderitaan bisa memperoleh keterbebasan. Oleh karena ini, pada hari dan menjelang Hari Raya Tiong Gwan Cwe banyak orang yang bervegetarian dan bersembahyang, mewakili orang tua yang telah meninggal, terbebas dari penderitaan.

Konon, pada Hari Raya Tiong Gwan Cwe, adalah hari di mana Pintu Gerbang Neraka dibuka !!! Untuk menghindari agar ayah ibu yang telah meninggal dunia tidak mengalami penderitaan Neraka, maka dilaksanakanlah sembahyang kepada roh-roh, dewa dan hantu secara besar-besaran, mengharap agar roh-roh halus jangan menganiaya ayah ibu yang telah meninggal tersebut.

Hari Raya Tiong Gwan Cwe, Hari Raya Ceng Beng, dan Hari Raya Tang Ce adalah 3 Hari Raya Hantu di kalangan kita orang-orang Tionghoa.

Di daerah-daerah & propinsi-propinsi di Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Macau, sangat menaruh perhatian kepada 3 Hari Raya ini. Apalagi pada Hari Raya Tiong Gwan Cwe ini, melaksanakan upacara sembahyang dengan sangat megah dan hikmat. Ini adalah perwujudan BAKTI kepada orang tua.