Archive for July, 2007

KOAN IM HUT CO 觀音佛祖

Sunday, July 29th, 2007

Guan Yin Fo Zhu {Hok Kian = Koan Im Hut Co } secara umum disebut Guan Yin. Sebutan akrabnya adalah Ma Kuan Im / Kuan Im Ma 觀音媽. Dalam bahasa Sansekerta disebut Buddha Avalokitesvara. Mengapa banyak orang yang menyebut Goan Shi Yin Pu Sa 觀世音菩薩 {Hok Kian = Koan Si Im Pho Sat } ? Ini karena ikrar beliau yang amat welas asih yaitu : tidak akan menjadi Buddha sebelum semua manusia terselamatkan. Namun sebenarnya beliau telah menjadi Buddha dan bergelar Nan Hai Gu Fo 南海古佛 {Hok Kian = Lam Hai Ko Hut }. Maka di Jin De Yuan ini kita menyebutnya Kuan Im Hut Co.

Jauh sebelum agama Buddha disebarkan dari India ke Tiongkok, di Tiongkok Kuno sudah ada kepercayaan kepada seorang Dewi yang welas asih dengan penampilan memakai jubah putih. Pada akhir Dinasti Han (25 – 228 M), agama Buddha masuk ke Tiongkok dan mendapat tempat di hati masyarakat. Kisah Putri Miao Shan (Biao Sian) dalam kisah Lam Hai Kuan Im Coan Thoan amat dikenal dalam Buddhisme Tiongkok, dan telah menyatu dalam sanubari orang-orang Tionghoa.

Demikianlah seorang Dewi Welas Asih yang Asli Tiongkok 白衣大士 (Pek Ie Tai Su) menyatu dengan Avalokitesvara, jadilah Dewata Buddhis khas Tiongkok, bahkan ciri-ciri ke-India-annya hilang sama sekali. Kisah Putri Miao Shan yang amat berbakti kepada orangtua merupakan cerminan dari kisah Sang Buddha Gautama, di mana beliau meninggalkan keduniawian menjadi pertapa dan sempurna di Gunung Pu To Shan.

Figure Kuan Im yang dekat dengan segala lapisan masyarakat membuatnya amat termashur bahkan melebihi Sang Buddha Gautama sendiri. Dalam perujudannya sebagai Chien Chiu Koan Im (Kuan Im Tangan Seribu) beliau secara Esotoris seolah-olah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena sanggup mengabulkan semua permohonan umatnya.

Koan Im Hut Co dikenal luas sebagai Dewi Welas Asih, yang dipuja tidak hanya di kalangan Buddhis saja, tapi juga di kalangan Tao dan semua lapisan masyarakat awam di pelbagai negara terutama di benua Asia. Coba kita perhatikan, di setiap kelenteng atau wihara, siapapun yang menjadi Tuan Rumah–nya [misalnya Hian Than Kong 玄壇公, Te Cong Ong 地藏王, Ma Co 媽祖, Kuan Kong 關公 , Ceng Guan Ceng Kun 清元真君, dll] pasti ada sebuah altar khusus untuk menghormati Kuan Im Hut Co ! Mengapa bisa demikian ? Ini karena Maha Welas Asih (大慈大悲) beliau. Maka beliau disebut Guan Shi Yin. Bahkan Dunia Barat pun mengenalnya sebagai Goddess of Mercy!!!

Guan Shi Yin adalah terjemahan harfiah dari bahasa Sansekerta Avalokitesvara, yang mengandung arti sebagai berikut :

Guan = melihat, memandang

Shi = dunia (alam fana yang penuh dengan penderitaan)

Yin = suara (jeritan penderitaan dari makhluk hidup)

Guan Yin adalah Buddha yang melambangkan hati yang welas asih dan penyayang, yang tertanam dalam relung hati tiap pemujanya. Mereka percaya bahwa Guan Yin dapat mendengarkan keluh-kesah mereka yang menderita dan datang menolong, dalam wujud yang berbeda-beda, baik pria maupun wanita.

Di kalangan rakyat, Kuan Im Hut Co dianggap penolong bagi orang yang sedang dalam kesengsaraan dan penderitaan. Beliau juga dianggap penolong roh-roh yang mengalami penderitaan di neraka, oleh karena itu beliau ditampilkan dalam sembahyang memberi makan roh-roh kelaparan yang diadakan pada bulan 7 Imlek, dengan nama Pu Du Gong 普渡公 (Tuan Yang Menolong Penyeberangan).

Perwujudan Koan Im

Di dalam Sutra Suddharma Pundarika Sutra 妙法蓮花經 (Biauw Hoat Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33 perwujudan atau penjelmaan Koan Im Pho Sat. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani / Da Bei Zhou 大悲咒 {Hok Kian = Tay Pi Ciu}, ada 84 rupa yang berbeda sebagai pengejawantahan Koan Im sebagai Bodhisatva yang memiliki kekuasaan besar. Pendampingnya yang setia adalah Kim Tong 金童 (Jejaka Emas) dan Giok Li 玉女 (Gadis Kumala), atau yang sering disebut Sian Cay & Liong Nio.

Altar utama di kuil Pho Jee Sie (Phu Tho San) dipersembahkan kepada Koan Im Pho Sat dengan perujudannya sebagai Buddha Vairocana, dan di sisi kiri/kanan berderet masing-masing ke-16 perujudan Beliau lainnya. Total di kiri dan kanan berikut di altar utama ada 33 macam perwujudan yang mengesankan dan amat berwibawa.

Di negeri-negeri lain yang menganut agama Buddha seperti India, Thailand, Vietnam dan Kamboja, Kuan Im Hut Co biasanya ditampilkan sebagai pria. Hanya di Tiongkok saja Kuan Im Hut Co diujudkan sebagai wanita dengan berbagai penampilan antara lain :

1. Kuan Im membawa Sutra memberi pelajaran Buddha Dharma kepada umat manusia.
2. Kuan Im dengan hutan bambu ungu.
3. Kuan Im menyeberangi lautan. Konon Kuan Im dari India menyeberangi lautan sampai di Phu Tho San, propinsi Zhe Jiang.
4. Kuan Im bertangan seribu. Perujudan ini mengandung makna bahwa Kuan Im tahu segala hal dan mampu melakukan segala hal.
5. Kuan Im dengan keranjang isi ikan. Mengandung arti menyayangi mahluk hidup, sebab ikan itu akan dilepaskan kembali ke laut.
6. Kuan Im berbaju putih. Maksudnya putih bersih tanpa dosa.
7. Kuan Im dengan 8 (delapan) rintangan. Ini melambangkan Kuan Im dapat mengatasi berbagai kesukaran agar dapat dengan tenang menerima ajaran Buddha.
8. Kuan Im membawa anak. Merupakan pemujaan bagi orangtua yang ingin memperoleh anak.
9. Kuan Im membawa botol air suci. Biasanya ditemani oleh sang bocah suci, San Chai, dan burung kakatua.
10. Kuan Im naik gelombang atau di atas sebuah batu karang, yang melambangkan keteguhan hatinya untuk menempuh berbagai kesukaran dalam menolong manusia.
Ke-10 perujudan di atas adalah yang paling terkenal dari 33 bentuk perujudan Kuan Im, dalam menolong umatnya yang membutuhkan.

Perwujudan beliau di altar utama Kim Tek Ie (lihat gambar bawah) adalah sebagai King Cee Koan Im (Kuan Im membawa Sutra memberi pelajaran Buddha Dharma kepada umat manusia). Di samping itu terdapat wujud Koan Im Hut Co dalam Chien Chiu Koan Im 千手觀音 (Kuan Im bertangan seribu) sebagai perujudan Beliau yang selalu bersedia mengabulkan permohonan yang tulus dari umat-Nya.

Kim Tek Ie - Koam Im Pho Sat