Archive for June, 2007

端午節 – Perayaan Duan Wu Jie

Monday, June 11th, 2007

Hari Raya Duan Wu Jie 端午節 (baca: Tuan Wu Cie) atau kadang disebut juga Peh Cun diperingati setiap tahun pada Go Gwe Cwe Go (tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek). Pada hari tersebut biasanya orang Tionghoa mempersembahkan bacang dan kue cang untuk sembahyang. Dari manakah asal mula bacang tersebut? Hari Raya Duan Wu Jie sebenarnya adalah memperingati tokoh suci Qu Yuan 屈原 (baca: Chi Yen) yang dengan kesetiaannya berkorban untuk rakyat dan negara. Dikisahkan sebagai berikut:

Dinasti Zhou pada zaman peperangan di Tiongkok + 2.400 tahun yang lalu (475-221 SM) terbagi 7 (tujuh) Negara. Negeri Qin adalah yang paling kuat dan agresif, sering melakukan serangan (agresi militer) terhadap enam negeri lainnya. Qu Yuan adalah seorang menteri besar dan setia dari negeri Chu (salah satu dari keenam negeri yang diserang negeri Qin). Beliau adalah seorang tokoh yang berhasil menyatukan keenam negeri untuk menghadapi agresi negeri Qin, sehingga namanya amat disegani di negeri Qin.

Qu Yuan pernah menghalangi Raja Chu Huai Wang 楚懷王untuk memenuhi undangan raja negeri Qin ke ibukotanya. Namun sayang sekali pada waktu itu Raja Chu Huai Wang telah termakan siasat adu domba dari Negeri Qin, hubungannya menjadi renggang dengan Qu Yuan dan tidak mau mempercayai sarannya lagi.

Akhirnya Raja Chu Huai Wang tertipu oleh janji-janji Raja Qin untuk datang ke ibukotanya, lalu dipenjarakan di sana, sampai akhirnya mangkat di Negeri Qin.

Setelah Raja Chu Xiang Wang naik tahta menggantikan Raja Chu Huai Wang, tidak hanya tidak terpikir untuk balas dendam, bahkan sebaliknya menjadikan Raja Qin sebagai ayahnya ! Ditambah lagi ada sebagian menteri yang mendapat keuntungan dari Negeri Qin, di luar dugaan malah menyarankan Raja Chu Xiang Wang agar menyerah kepada Negeri Qin.

Qu Yuan berusaha menentang masalah ini, berdebat dengan Raja Chu Xiang Wang sehingga menyebabkannya marah besar, lalu memecat Qu Yuan yang telah mengabdi bertahun-tahun di negeri Chu, dan mengusirnya dari Negeri Chu.

Qu Yuan melewati kehidupan sebagai orang pelarian selama 9 tahun, telah melewati hari-hari yang tragis di mana negeri hancur keluarga berantakan, akhirnya bunuh diri terjun ke sungai Mi Luo (di Propinsi Hu Nan). Beberapa orang yang mengetahui berusaha menolong, tetapi tidak berhasil, jenazahnya pun tidak ditemukan. Karena tak bisa menemukan Qu Yuan, orang-orang lalu membuat bacang dan kuecang (terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun bambu dan berbentuk tiga persegi), lalu melemparkannya ke dalam sungai, mengharapkan ikan dan udang dengan memakan bacang tersebut, jangan melukai tubuh Qu Yuan. Dari sini dapat diketahui bahwa orang-orang sangat menghormati Qu Yuan. Demikianlah, Qu Yuan meninggal dunia pada usia 62 tahun.

Rakyat Negeri Chu sangat bersedih setelah mengetahui bahwa Qu Yuan, menteri mereka yang sangat cinta Negeri telah meninggal, lalu mereka pergi ke tepi sungai menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Qu Yuan.

Tak lama kemudian, rakyat seluruh negeri menyelenggarakan upacara untuk memperingati Qu Yuan, menganggap bahwa semangat cinta Negeri dari Qu Yuan sungguh-sungguh sangat mulia.

Karena Qu Yuan telah menulis sangat banyak karangan yang mirip dengan syair, untuk menyatakan rasa hormat dan cinta Qu Yuan kepada Negeri, maka tanggal 5 bulan 5 (Imlek) ini juga merupakan Hari Raya Penyair di Tiongkok.

Diadakannya Perlombaan perahu Naga di Hari Raya Duan Wu Jie, adalah mengingatkan usaha mencari jenazah Qu Yuan yang terjun ke sungai. Karena selain mendayung perahu, juga memukul tambur, bisa mengusir ikan dan udang, baru bisa menolong Qu Yuan.

Zaman sekarang, begitu tiba Hari Raya Duan Wu, di berbagai tempat diselenggarakan perlombaan Perahu Naga, pertama untuk memperingati Qu Yuan, mengembangkan semangat cinta Negeri; kedua untuk menggalakkan olahraga, baru bisa dengan badan yang sehat untuk melindungi Negeri. Selain itu, sekeluarga berkumpul bersama sambil makan bacang, juga dapat menikmati bersama kebahagiaan keluarga.